Kompas.com - 22/04/2013, 22:33 WIB
|
EditorRusdi Amral

PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Kunjungan Wakil Presiden Boediono yang telah usai menyisakan kekecewaan kalangan mahasiswa di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Saat kunjungan berlangsung, para mahasiswa tak bisa menggelar aksi ke tempat yang dituju dan memberikan catatan mengenai kasus Bank Century.

Mahasiswa yang ikut menggelar aksi menyambut kunjungan wapres, Tri Atmaja di Palangkaraya, Senin (22/4/2013) mengatakan, para pengunjuk rasa kecewa karena aparat keamanan dinilai tidak konsisten. Padahal, mereka sudah menyampaikan surat pemberitahuan mengenai unjuk rasa.

Boediono melakukan kunjungan kerja ke Palangkaraya pada 19-20 April 2013 yang disambut unjuk rasa setidaknya 50 mahasiswa. Mereka bermaksud menggelar aksi di Bundaran Besar. Namun, para mahasiswa dihadang barisan polisi di Jalan Yos Sudarso sehingga sempat terjadi saling dorong.

Karena itu, menurut Tri, aparat terkesan membungkam hak-hak demokrasi mahasiswa. Setelah gagal menuju Bundaran Besar, para pengunjuk rasa akhirnya hanya menyampaikan tuntutan agar penyelesaian skandal Bank Century dituntaskan. Mereka mendesak Boediono meminta maaf, terkait dengan kasus tersebut.

Abdul Aziz, seorang pengunjuk rasa mengatakan, akibat kasus Bank Century, keberadaan uang negara sebesar Rp 6,7 triliun menjadi tidak jelas. "Skandal Bank Century adalah kasus yang tak termaafkan. Ironisnya, hingga saat ini, otak intelektual Bank Cen tury belum terungkap," katanya.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X