Kompas.com - 11/04/2013, 16:12 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Sidang perdana pengeroyokan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Usaha Pertambangan (PDUP) Kabupaten Tasikmalaya, Tino Rilantino, Kamis (11/4/2013), berakhir ricuh.

Seusai sidang, kedua terdakwa sekaligus bos tambang pasir besi, Martin dan Robby, dihadang puluhan orang pendukung korban, dan sempat akan diamuk massa.

Pantauan Kompas.com, puluhan orang pendukung korban dari salah satu ormas kepemudaan, telah berkumpul sebelum persidangan digelar di Pengadilan Negeri Tasikmalaya, Kamis siang.

Agenda sidang perdana membacakan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) kepada kedua terdakwa. JPU menuntut terdakwa dengan Pasal 170 dan 351 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHPidana, tentang penganiayaan di tempat umum.

Persidangan yang dihadiri kedua terdakwa awalnya berjalan lancar. Setelah Hakim Ketua Persidangan Absoro, memutuskan sidang ditunda dan memberikan eksepsi kepada kuasa hukum terdakwa. "Hak eksepsi diberikan kepada kuasa hukum terdakwa, dan sidang akan dilanjutkan kembali satu minggu dari sekarang," kata Hakim Ketua Persidangan Absoro, saat menutup jalannya sidang.

Kericuhan berawal saat kedua terdakwa hendak meninggalkan pengadilan melalui pintu keluar samping kanan gedung. Tiba-tiba sekelompok massa pendukung korban menghadang, dan sempat memukuli kedua terdakwa.

Beruntung, petugas kepolisian yang sebelumnya telah bersiaga berhasil mengamankan kedua terdakwa dari amukan massa. Kedua terdakwa dibawa keluar gedung menggunakan truk Dalmas Kepolisian, dengan pengawalan ketat.

Massa yang masih berkumpul di depan gedung pengadilan akhirnya bisa diredam aksinya oleh petugas kepolisian. Mereka pun berangsur membubarkan diri dan meninggalkan gedung pengadilan.

Diberitakan sebelumnya, Dirut PDUP Kabupaten Tasikmalaya, Tino Rilantino, mengaku dipukuli sekelompok orang, dan salah seorang pengusaha pasir besi di Kawasan Pantai Cipatujah, Tasikmalaya, Senin, 11 Maret 2013, malam.

Tino pun melaporkan kejadian ini ke Satuan Reserse Kriminal Polisi Resort Tasikmalaya. Penganiayaan yang dialami Tino, terjadi di salah satu vila kawasan Cipatujah, setelah bertemu rekan bisnisnya.

Saat akan pulang, ia dihadang sekitar delapan orang menggunakan tiga mobil di depan gerbang masuk vila. Awalnya, empat orang menghampirinya dan memukul bagian wajah dan badan, sampai jatuh ke sebuah parit.

Tak lama kemudian, salah seorang bos usaha penambangan pasir besi bernama Martin, kembali memukulinya menggunakan alat berupa keling besi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.