Kompas.com - 11/04/2013, 12:59 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

DEMAK, KOMPAS.com - Tiga hari sudah warga Kecamatan Mijen, Demak tertimpa bencana banjir. Harta benda tak bisa diselamatkan akibat banjir setinggi lebih dari satu meter melanda desa mereka. Puluhan ribu jiwa mengungsi ke tenda tenda darurat hasil swadaya mereka.

Menurut Andika (40), koordinator pengungsi, tenda berukuran 6x25 meter yang ditempati 150 jiwa warga Desa Ngelokulon tidak mencukupi untuk menampung jumlah pengungsi sebanyak itu.

Sementara, warga yang belum dapat ditampung di kamp pengungsian mana pun terus berdatangan. Belum lagi selama dua hari terakhir, bantuan logistik dari Pemerintah daerah belum ada yang mencapai wilayah mereka.

"Kami makan seadanya dari sumbangan warga Desa Pasir, air minum juga tidak mencukupi kebutuhan para pengungsi. Lha gimana, pengungsi yang ada di sini saja belum tercukupi kebutuhan makanan, minuman dan kesehatannya, tapi warga yang belum mendapat perhatian terus berdatangan ke sini." tutur Andika.

Sementara itu, menurut koordinator pengungsi dari Desa Ngelokulon, Masiran (50), bantuan logistik belum mencapai sasaran karena sampai hari ini, Kamis (11/4/2013) korban banjir belum mendapat suplai makanan maupun air bersih, serta obat- obatan ringan. Padahal, banyak warga yang mulai terkena berbagai gangguan kesehatan akibat sanitasi yang kurang memadai.

"Saya bertanggung jawab atas nasib 565 jiwa yang ada di pengungsian Desa Ngelokulon, yang warga keluhkan adalah tidak tercukupinya bantuan makanan, air bersih dan obat- obatan," tandasnya.

Ahmad (30), salah satu pengungsi mengeluhkan kelambatan bantuan logistik, sehingga banyak yang kedinginan karena kondisinya serba kekurangan. "Sing penting ana, pakaian kering dan makanan serta minuman terutama untuk anaka- anak. Kasian mereka kedinginan. Warga sudah mulai terserang pusing-pusing mungkin masuk angin," tandas lelaki beranak dua ini.

Senada dengan Ahmad, Musripah (45) juga mengaku tidak bisa tidur nyenyak sejak dua malam terakhir, karena kedinginan dan serangan nyamuk. Ia mengaku, membutuhkan obat penyemprot serangga atau obat anti nyamuk untuk menghindari penyakit akibat serangga penghisap darah ini.

Menurut Kades Ngelokulon, Asari, keterlambatan bantuan Logistik dari Pemda karena akses jalan dari arah Mijen terputus total akibat banjir yang mencapai ketinggian dua meter. Sementara, satu satunya akses jalan darat yang masih bisa dilewati kendaraan melalui Kecamatan Wedung ke arah Desa Pasir Kecamatan Mijen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.