Kompas.com - 04/04/2013, 17:26 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie meminta Badan Kehormatan DPR melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke setiap ruang-ruang rapat komisi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Hal ini perlu dilakukan agar BK mendapat gambaran nyata betapa banyaknya anggota Dewan yang membolos.

"Saya harapkan BK bekerja lebih keras karena dia yang lebih keras memberikan sanksi kepada anggota Dewan yang melanggar kode etik dan tata tertib. Terkait dengan anggota Dewan yang membolos, BK harus turun," ujar Marzuki, Kamis (4/4/2013).

Marzuki mengatakan, dirinya sudah sempat berkomunikasi dengan Ketua BK terdahulu, M Prakosa. Ia pun berharap gagasan BK untuk turun melihat ruangan per ruangan bisa dilakukan Ketua BK baru, yakni Trimedya Panjaitan.

"Lihat saja di ruang persidangan, mulai dari Komisi I sampai Komisi XI. Nanti panggil saja orangnya kalau tidak hadir, panggil sekali atau dua kali, nanti juga dia kapok. BK jangan berpatokan pada lembar absensi, harus lihat kehadiran fisik," imbuh Marzuki.

Lebih sibuk urus parpol

Menjelang perhelatan Pemilu 2014, aktivitas rapat yang dilakukan komisi-komisi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) semakin berkurang. Pada Kamis (4/4/2013) ini saja, hanya Komisi VI yang melakukan rapat dengar pendapat sebanyak dua kali. Namun, rapat kedua yang seharusnya dilakukan pada pukul 13.00 akhirnya ditunda karena sedikitnya anggota Dewan yang hadir.

"Ya memang rapat akhirnya ditunda karena yang datang hanya 12 orang," ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Aria Bima, saat dihubungi, Kamis siang ini.

Aria mengatakan, minimnya anggota Dewan yang hadir lantaran mereka sibuk berurusan dengan daftar calon anggota legislatif sementara (DCS) yang harus diserahkan pada awal April ini. "Sebagian besar masih melengkapi dokumen KPU," tuturnya.

Sementara di komisi-komisi lain tidak tampak aktivitas berarti. Hanya sejumlah alat kelengkapan yang melakukan rapat. Badan Legislasi (Baleg), misalnya, melakukan rapat internal tentang RUU Pilpres dan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) dengan menghadirkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Pada rapat paripurna Selasa (2/4/2013) lalu, jumlah anggota Dewan yang hadir pun kian berkurang. Biasanya, setiap rapat paripurna dilakukan, sekitar 300 anggota Dewan hadir. Pada Selasa kemarin, tampak hanya ada 290 anggota yang hadir dari total 550 anggota yang ada.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kontras: Ada 18 Kasus Kekerasan Seksual oleh Oknum Polisi Selama Juli 2021-Juni 2022

    Kontras: Ada 18 Kasus Kekerasan Seksual oleh Oknum Polisi Selama Juli 2021-Juni 2022

    Nasional
    Wapres Wanti-wanti Jangan sampai Sapi Terinfeksi PMK Jadi Hewan Kurban

    Wapres Wanti-wanti Jangan sampai Sapi Terinfeksi PMK Jadi Hewan Kurban

    Nasional
    Hadiri Pelantikan Presiden Filipina Marcos Jr, Mahfud Sampaikan Salam Jokowi

    Hadiri Pelantikan Presiden Filipina Marcos Jr, Mahfud Sampaikan Salam Jokowi

    Nasional
    Litbang Kompas: Capres Latar Belakang Militer Paling Dipertimbangkan Responden Gen Z

    Litbang Kompas: Capres Latar Belakang Militer Paling Dipertimbangkan Responden Gen Z

    Nasional
    Polri Respons Laporan Kontras soal Kultur Kekerasan Polisi yang Masih Melekat

    Polri Respons Laporan Kontras soal Kultur Kekerasan Polisi yang Masih Melekat

    Nasional
    Kunker ke UEA, Prabowo Kunjungi Zayed Military University di Abu Dhabi

    Kunker ke UEA, Prabowo Kunjungi Zayed Military University di Abu Dhabi

    Nasional
    3 Provinsi Baru di Papua Disahkan, Bupati Puncak: Sejarah Peradaban

    3 Provinsi Baru di Papua Disahkan, Bupati Puncak: Sejarah Peradaban

    Nasional
    Kontras Soroti Kerja Polri yang Baru Optimal Setelah Viral di Media Sosial

    Kontras Soroti Kerja Polri yang Baru Optimal Setelah Viral di Media Sosial

    Nasional
    Cerita Jokowi di Medan Perang: Dari Afghanistan ke Ukraina

    Cerita Jokowi di Medan Perang: Dari Afghanistan ke Ukraina

    Nasional
    Wapres Sebut RUU KIA Wujud Komitmen Pemerintah untuk Kebaikan Ibu dan Anak

    Wapres Sebut RUU KIA Wujud Komitmen Pemerintah untuk Kebaikan Ibu dan Anak

    Nasional
    Jubir Sebut Prabowo Diinginkan 100 Persen Kader Gerindra Maju Jadi Capres 2024

    Jubir Sebut Prabowo Diinginkan 100 Persen Kader Gerindra Maju Jadi Capres 2024

    Nasional
    Kontras: Ada 45 Tindakan Represif Polisi Saat Aksi Massa, Mayoritas Korban Mahasiswa

    Kontras: Ada 45 Tindakan Represif Polisi Saat Aksi Massa, Mayoritas Korban Mahasiswa

    Nasional
    Jokowi Tiba di Moskwa, Segera Menuju Istana Kremlin untuk Bertemu Putin

    Jokowi Tiba di Moskwa, Segera Menuju Istana Kremlin untuk Bertemu Putin

    Nasional
    Dianggap Mendesak, Anggota Komisi III DPR Usul Legalitas Ganja Medis Segera Diatur Menteri Kesehatan

    Dianggap Mendesak, Anggota Komisi III DPR Usul Legalitas Ganja Medis Segera Diatur Menteri Kesehatan

    Nasional
    Kontras: Ada Pola Baru, Polisi Jadi Pelayan Investor

    Kontras: Ada Pola Baru, Polisi Jadi Pelayan Investor

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.