Rokatenda Kembali Meletus

Kompas.com - 01/04/2013, 03:33 WIB
Editor

Ende, Kompas - Gunung Rokatenda di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, kembali meletus, Minggu (30/3) pukul 14.55 WITA.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Surono mengatakan, tinggi abu letusan mencapai sekitar 2.000 meter dari puncak Rokatenda dan condong ke arah timur. Guguran awan panas ke arah selatan mencapai jarak 2.500 meter dari puncak hingga ke pantai.

”Lokasi yang dilalui guguran awan panas tidak ada permukiman penduduk,” katanya.

Surono merekomendasikan agar warga tidak berada dalam radius 3 kilometer dari puncak gunung. Gunung Rokatenda membentuk Pulau Palue dengan garis tengah sekitar 8 kilometer. Dengan daerah bahaya dalam radius 3 kilometer, daerah aman hanya 30 persen. Ancaman bahaya yang harus diwaspadai dari gunung ini adalah guguran awan panas dari guguran kubah lava, lontaran material letusan atau batuan pijar ke segala arah yang bisa mencapai 1 kilometer, serta hujan abu lebat.

Mengungsi

Sementara itu, ribuan warga Pulau Palue yang mengungsi ke Kabupaten Ende di Flores berharap mereka dapat tinggal menetap di Ende. Hal itu karena situasi di Palue sampai saat ini masih tak menentu.

Sejak aktivitas Rokatenda meningkat Oktober 2012, terjadi arus pengungsian dari Palue dan sejak itu kebun atau lahan garapan warga sulit diolah karena tertutup abu vulkanik.

Warga Palue yang umumnya bertanam ubi kayu, kacang hijau, dan jagung tak dapat menanam lagi. Tanaman komoditas, seperti kelapa, jambu mete, dan kakao juga banyak yang mati. Hal itu terutama dialami warga yang tinggal dekat puncak kawah, seperti Desa Nitunglea, Kesokoja, Lidi, dan Rokirole. Sebagian warga Palue juga berprofesi nelayan.

”Kami berharap Pemkab Ende dapat menyediakan lahan untuk kami tinggal, juga memberikan bantuan pukat agar kami bisa melaut,” kata Firgo Rius Wongga (32), warga Palue, yang mengungsi di Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende.

Jumlah warga Palue yang mengungsi ke Ende sekitar 1.300 jiwa. Mereka ditampung di beberapa titik.

Kepala Desa Mausambi Philipus Ligu mengatakan, warga menginginkan kepastian soal masa depan keluarga mereka.(AIK/SEM)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.