Kompas.com - 10/03/2013, 22:50 WIB
|
EditorTri Wahono

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Dua rumah warga amblas dan 15 rumah yang berada tepat di bantaran Sungai Ciwulan yang berada di wilayah Kelurahan Asta, Tanjung, Leuwiliang, dan Urug, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, terancam longsor atau tergerus air sungai.

Kondisi ini akibat tanah labil karena tergerus air sungai yang meluap pada saat hujan deras, Minggu (10/3/2013) malam.

Kondisi ini diketahui saat aparatur Kecamatan Kawalu dan Forum Relawan Bencana Tasikmalaya (FRBT) melakukan survei terhadap Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciwulan yang berada di wilayah Kota Tasikmalaya.

"Dua rumah amblas akibat longsor di tepi sungai di Kelurahan Leuwiliang, sedangkan sisanya longsoran sungai sudah terus mendekati. Sehingga dikhawatirkan jika hujan deras terus mengguyur wilayah Tasikmalaya, longsor bantaran Sungai Ciwulan ini akan semakin parah," ungkap Staf Kecamatan Kawalu Tantan Tibahari, Minggu malam.

Tantan menyebutkan, wilayah DAS Ciwulan yang berada di wilayah pemerintahannya memang dinyatakan oleh badan mitigasi yang melakukan penelitian kondisi tanahnya labil.

"Maka dari itu tidak ada kata terlambat untuk berupaya melakukan penanggulangan, sehingga penanaman pohon atau reboisasi bantaran sungai sangat diperlukan untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan di masa mendatang," katanya.

Sementara Ketua Harian FRBT Yayan Andriansyah meminta, Pemkot Tasikmalaya agar aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya dari longsoran DAS Ciwulan ini.

"Serta lebih baik menyarankan kepada masyarakat yang rumahnya terancam agar lebih baik mengungsi ke tempat aman saja terlebih dahulu, hingga musim hujan selesai," pungkasnya.

Kondisi ini pun diperparah dengan kawasan bantaran sungai yang gundul atau tanaman pengikat tanah di sekitarnya tidak ada, sehingga longsor dengan sangat mudah terjadi.

"Untuk itu kami telah menyiapkan sedikitnya 1.000 bibit tanaman picung untuk ditanam di sepanjang DAS Ciwulan di wilayah Kota Tasikmalaya, ini sebagai upaya preventif dari kami tim evakuator dalam setiap terjadi bencana sebelum bencana sesungguhnya menimpa mereka. Kamipun mengundang seluruh elemen masyarakat lainnya untuk turut serta dalam kegiatan ini," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.