Hujan Lebat di DIY Juga Dipengaruhi Badai Sandra - Kompas.com

Hujan Lebat di DIY Juga Dipengaruhi Badai Sandra

Kompas.com - 09/03/2013, 16:12 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com -- Peningkatan curah hujan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama beberapa hari ini dipengaruhi oleh badai Sandra yang terjadi di wilayah timur Australia. Akibat badai tersebut Jumat (08/03) sore, puncak Gunung Merapi diguyur hujan deras selama tiga jam. Imbasnya, beberapa sungai di Sleman dan Magelang yang berhulu di lereng Merapi mengalami banjir lahar dingin.

Banjir pada Jumat (08/03) sore terjadi di beberapa sungai di Sleman dan Magelang. Untuk Magelang banjir terjadi di Pabelan, Blongkeng, Putih,Batang,Lamat,Krasak, Bebeng. Sedangkan di Sleman, banjir lahar dingin terjadi di sungai Gendol. Di Magelang tepatnya di sungai Bebeng Srumbung, tiga truk sempat terjebak banjir.

Prakirawan Cuaca, dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, Subandi mengatakan, badai Sandra berhembus di timur Australia, sedangkan badai Rusty kemarin di barat daya Australia.

Meski lebih jauh dibandingkan badai Rusty, namun badai Sandra berpotensi memunculkan cuaca ekstrem di Indonesia. "Memang posisinya lebih jauh yakni di timur Australia, namun salah satu imbasnya kemarin menimbulkan hujan lebat di puncak Merapi yang menyebabkan banjir lahar dingin," terangnya saat dihubungi, Sabtu (09/03).

Dia menambahkan, masyarakat perlu waspada jika dua hingga tiga hari tidak terjadi hujan, maka sekalinya hujan akan turun sangat lebat.

"Saat ini sedang memasuki pancaroba. Musim kemarau diperkirakan akan terjadi pada akhir bulan April," katanya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebenarnya sudah memasang alat modifikasi cuaca di wilayah Merapi pada Selasa (05/03). Alat Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dipasang di lima titik, yakni Kali Kuning, GOR Kaliurang, Simpang Nirmolo (Kaliurang), Tritis, dan Turgo. Namun dua hari dipasang, alat tersebut kembali ditarik.

"Modifikasi cuaca di Merapi tidak jadi dilakukan. Rabu 6 Maret kemarin alat sudah ditarik ke Jakarta," tegas Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Dr Sutopo Purwo Nugroho.

Dia menjelaskan penghentian TMC didasarkan pada hasil evaluasi antar instansi, mempertimbangkan kondisi di lapangan dan masukan para ahli.

"Curah hujan di wilayah Gunung Merapi, Jawa Tengah dan Jawa Timur sesuai prakiraan BMKG sudah berkurang pada bulan Maret (201-300 mm/bulan) dan sifat hujan normal," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Sutopo, TMC tidak lagi dipasang di Merapi karena dapat mengurangi hujan di daerah tersebut. Merapi sebagai resapan primer sangat vital bagi DIY dan Jateng dalam penyediaan air. Dikhawatirkan TMC menimbulkan berkurangnya hujan sehingga resapan tidak maksimal menampung air.


EditorFarid Assifa

Terkini Lainnya

OTT Kepala Daerah di Lampung Diduga Terkait Proyek Infrastruktur di Mesuji

OTT Kepala Daerah di Lampung Diduga Terkait Proyek Infrastruktur di Mesuji

Nasional
KPK Tangkap Tangan Kepala Daerah di Lampung

KPK Tangkap Tangan Kepala Daerah di Lampung

Nasional
Penyebab Banjir Sulsel, Pintu Air di Dua Bendungan Dibuka

Penyebab Banjir Sulsel, Pintu Air di Dua Bendungan Dibuka

Regional
Lantik Bupati dan Wabup Garut, Ini Janji Ridwan Kamil

Lantik Bupati dan Wabup Garut, Ini Janji Ridwan Kamil

Regional
Takut Longsor, Warga Cisolok Sukabumi Ada yang Mengungsi ke Banten

Takut Longsor, Warga Cisolok Sukabumi Ada yang Mengungsi ke Banten

Regional
Mahasiswa UNG Korban Kekerasan Alami Gangguan Pendengaran Hingga Trauma

Mahasiswa UNG Korban Kekerasan Alami Gangguan Pendengaran Hingga Trauma

Regional
Terpeleset Saat Bermain, Bocah SD Ditemukan Tewas di Dasar Embung

Terpeleset Saat Bermain, Bocah SD Ditemukan Tewas di Dasar Embung

Regional
Fakta Rencana Penutupan TN Komodo oleh Gubernur NTT, Tawarkan Revitalisasi hingga Tanggapan Wapres Jusuf Kalla

Fakta Rencana Penutupan TN Komodo oleh Gubernur NTT, Tawarkan Revitalisasi hingga Tanggapan Wapres Jusuf Kalla

Regional
Sumur Semburkan Lumpur dan Gas, 10 Kepala Keluarga Mengungsi

Sumur Semburkan Lumpur dan Gas, 10 Kepala Keluarga Mengungsi

Regional
Sidang Kasus Penguasaan Lahan, Hercules Cecar Pertanyaan ke Bos PT Nila Alam

Sidang Kasus Penguasaan Lahan, Hercules Cecar Pertanyaan ke Bos PT Nila Alam

Megapolitan
Ridwan Kamil: Dalam Waktu Dekat, Kredit Infrastruktur Daerah Diluncurkan

Ridwan Kamil: Dalam Waktu Dekat, Kredit Infrastruktur Daerah Diluncurkan

Regional
Penagihan Door-to-Door Efektif Kumpulkan Pajak

Penagihan Door-to-Door Efektif Kumpulkan Pajak

Megapolitan
Polri: Hasil Analisis Rekaman CCTV Bom di Rumah Pimpinan KPK Masih Kabur

Polri: Hasil Analisis Rekaman CCTV Bom di Rumah Pimpinan KPK Masih Kabur

Nasional
Biografi Tokoh Dunia: Fabian Gottlieb, Penjelajah Pertama Rusia ke Kutub Selatan

Biografi Tokoh Dunia: Fabian Gottlieb, Penjelajah Pertama Rusia ke Kutub Selatan

Internasional
Pasca-bencana Banjir, PLN Segera Pulihkan Sistem Kelistrikan di Sulsel

Pasca-bencana Banjir, PLN Segera Pulihkan Sistem Kelistrikan di Sulsel

Regional

Close Ads X