BBPOM Sita Ribuan Obat Ilegal Senilai Rp 1 Miliar

Kompas.com - 20/02/2013, 12:06 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

MEDAN, KOMPAS.com - Ribuan produk ilegal berbagai jenis seperti jamu, shampoo, dan obat-obatan tradisional seharga Rp 1 miliar, disita Balai Besar Pengawasan Obat Dan Makanan (BBPOM) Medan.

Penyitaan dilakukan dari rumah milik Cholidin di Dusun Gunung Kerang, Desa Tandan Hilir II, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa kemarin. Di tempat itu ditemukan serbuk brastomolo sebanyak 192 bal per 400 kotak, dan SBM Asam Urat Pegal Linu Cikungunya sebanyak lima bal per 500 senilai Rp 959.100.000.

Begitu pula saat dilakukan penyitaan di toko/salon ABJ di Jalan B Zein Hamid No. 8/18-C, Medan Johor, ditemukan Temulawak Whitening Deodorant Roll, Sofia Body Shampo Good's Milk, Chitosan Skin Whitening Soap/Yoko Papaya Herbal sop, De Care Deep Moisturinzing, minyak masak Sebatian merek Knifr, Sofia Body Shampo Goat's Milk, Sofia Body Sampoo Goat's Milk dan De Care Deep Moisturinzing Goat's milk, senilai Rp 13.688.000.

Ketua BBPOM Medan, I Gede Nyoman Suwandi mengatakan, sebelum melakukan penyitaan, pihaknya terlebih dahulu melakukan penyelidikan. "Penyitaan ini berdasarkan informasi dari masyarakat. Selanjutnya kita melakukan penyelidikan selama kurang lebih enam bulan lamanya," kata Suwandi kepada wartawan, Rabu (20/2/2013).

Selain itu, menurut Suwandi, penyitaan juga karena izin dari produk-produk tersebut sudah dicabut sejak 2010 lalu, sehingga produk obat dan jamu tersebut sudah tidak boleh diperjualbelikan lagi karena dapat berbahaya bagi kesehatan.

"Apabila obat kimia tersebut dikonsumsi dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan luka-luka di lambung, kropos tulang karena dosis yang ada di dalamnya tidak diketahui secara jelas," kata Suwandi. 

Suwandi menambahkan, BBPOM saat ini masih menunggu proses pemberkasan di pengadilan sebelum memusnahkan produk-produk ilegal tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X