Gaji di Bawah UMK, Buruh Demo

Kompas.com - 13/02/2013, 11:40 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

MALANG, KOMPAS.com - Puluhan buruh yang berstatus karyawan di UD Cipta Inti Pratama, Kota Malang, Jawa Timur, menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik tempat mereka bekerja, Rabu (13/2/2013). Mereka menuntut pihak perusahaan memberikan gaji sesuai dengan UMK (Upah Minimum Kota) 2013, Rp 1.340.000.

Jika tuntutannya tak dipenuhi, mereka mengancam akan menempuh jalur hukum. Aksi yang digelar sejak pukul 09.30 WIB ini diwarnai dengan berbagai poster yang dibentangkan para buruh. Isinya, mengecam dan menuntut perusahaan menaati UU dan memedulikan nasib buruh.

"Kita akan terus demo jika tuntutan buruh tak juga dipebuhi. Kita hanya minta keadilan. Kami karyawan yang dilindungi UU," kata Ely Julia, yang ditemui di sela-sela aksi.

Menurut Ely, ada beberapa tuntutan dari buruh yang harus dipenuhi perusahaan. "Yang tergabung dalam SBSI (Serikat Buruh Seluruh Indonesia) jarang diberikan pekerjaan. Itu terjadi sudah beberapa tahun. Ini jelas tidak adil," kata Ely.

Upah yang diberikan, tidak sesuai dengan pekerjaan yang diberikan. "Kerjanya berat, upah yang diberikan cukup kecil, tidak sesuai dengan UKM. Itu jelas melanggar UU. Buruh juga tidak diberikan hak normatif seperti hak cuti haid, hamil dan hak libur tahunan serta tak ada jamsostek," keluh Ely.

Jika belum menemukan kesepakatan antara buruh dan perusahaan, pihak SBSI akan menyerahkan perkara ini kepada Dinas Tenaga kerja, dan kepolisian. "Jalur pidana harus kami tempuh, jika tak ada tanggapan dari perusahaan," tegasnya.

Selama ini, buruh yang bergabung ke SBSI sebanyak 46 buruh. Total buruh yang ada di UD Cipta Inti Pratama kurang lebih ada 600 buruh. "Total gajinya Rp 200.000 dalam sebulan. Cukup tragis," keluhnya lagi.

Ketua SBSI (Serikat Buruh Seluruh Indonesia) Ratmoko menambahkan, pihaknya akan terus demo jika perusahaan tak juga memenuhi hak buruh. "Jika tak juga ditanggapi akan menempuh jalur pidana," kata Ely.

Pihak UD Cipta Inti Pratama, hingga berita ini ditayangkan, tidak bisa dimintai keterangannya. Mereka disebutkan tidak berada di tempat, dan pagar perusahaan pun tertutup rapat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Regional
179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

Regional
Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Regional
3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

Regional
Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Regional
Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Regional
Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Regional
Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Regional
Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Regional
Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Regional
Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Regional
Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Regional
Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Regional
Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Regional
Pengemudi 'Speedboat' yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Pengemudi "Speedboat" yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X