Kompas.com - 17/01/2013, 01:26 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak kepolisian terus melakukan pencarian terhadap pelaku pencurian uang santunan untuk keluarga RI, bocah yang meninggal karena dugaan menjadi korban kekerasan seksual. Untuk itu, rencananya polisi akan membuat sketsa wajah dari perempuan yang mengaku sebagai polisi tersebut.

"Nantinya akan dibuatkan sketsa wajah dan saat ini sedang dirancang, sesuai dengan ciri-ciri yang dilihat saksi. Menurut saksi, oknum tersebut bertubuh gemuk, memiliki tahi lalat di bawah hidung sebelah kanan dan berkerudung hijau serta umur sekitar 40 tahun," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Rabu (16/1/2013).

Menurut Rikwanto, sebelum merancang sketsa wajah kepolisian terlebih dulu mengambil keterangan mengenai raut muka dari keluarga maupun saksi yang mengetahui perawakan dan ciri-ciri perempuan tersebut. "Nanti kalau sketsa sudah dibuat, akan segera disebar. Dan semoga kasus ini segera terungkap," ujarnya.

Seperti diberitakan, uang santunan untuk RI (11) yang wafat di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, Minggu (6/1/2013) silam dicuri dari rumah orangtuanya, L (50) dan A (54). Menurut penuturan A, peristiwa tersebut terjadi Senin (14/1/2013) siang saat dirinya tengah beraktivitas seperti biasa di rumahnya, kawasan Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur.

Tiba-tiba seorang wanita mengaku anggota kepolisian datang hendak mengambil baju korban demi kepentingan kelanjutan penyelidikan. Pelaku kemudian mengajak A dan suaminya untuk ikut ke kantor Kepolisian Resort Metro Jakarta Timur untuk kepentingan penyelidikan.

A pun sempat menampiknya karena ia ingin pergi menyetorkan uang hasil santunan almarhum putrinya sebesar Rp 35 juta ke bank. "Akhirnya saya mau ikut, ayo deh ke Polres, tapi saya bilang jangan lama-lama soalnya saya mau ke bank. Dia bilang, ya sudah saya anterin," kata A, Senin siang.

Saat itu, sejumlah uang santunan putrinya itu dipegang oleh kakak ipar sang suami. Pelaku pun menghampiri kakak iparnya itu sambil menepuk pundaknya. Saat itulah, menurut A, uang yang terbungkus plastik putih berpindah ke tangan pelaku. Peristiwa itu tak disadari A dan L.

Setelah berhasil mengambil sejumlah uang santunan tersebut, pelaku diam-diam pergi dari rumah A dan L. Bahkan, tetangga tak menyadari insiden tersebut. Pasangan suami istri itu pun baru menyadari bahwa uang santunan putri bungsunya hilang beberapa saat kemudian. A dan L pun pasrah atas musibah tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.