Kompas.com - 03/01/2013, 03:29 WIB
|
EditorTri Wahono

MEDAN, KOMPAS.com — Sepanjang 2012, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polresta Medan menerima 119 laporan kasus pencabulan dan perkosaan anak di bawah umur.

Kepala Satreskrim Polresta Medan Komisaris M Yoris Marzuki saat dikonfirmasi melalui Kepala Unit UPPA Polresta Medan Ajun Komisaris Haryani membenarkan angka ini. Menurut Haryani, dari 199 laporan 7 telah selesai penyidikan dan telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Medan (Kejari Medan). Untuk 91 kasus lagi, tersangkanya telah diketahui dan masih dalam pengejaran.

Untuk kasus ini, para pelaku dikenakan Pasal 293 tentang pencabulan terhadap anak di bawah umur dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pasal 293 dikenakan kepada pelaku dengan korban di atas 18 dan di bawah 21 tahun dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Adapun Undang-Undang Perlindungan Anak dikenakan kepada pelaku dengan korban yang masih berusia di bawah 18 tahun dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Dia menjelaskan, kendala yang dihadapi pihak UPPA Polresta Medan dalam menangani 119 kasus ini adalah tersangka sudah kabur saat surat penangkapan dikeluarkan dan saat mendatangi kediamannya.

"Kebanyakan saat akan kita tangkap telah kabur ke luar kota," kata Haryani, Rabu (2/1/2012).

Menurut dia, lebih dari setengah kasus pencabulan dan perkosaan yang terjadi berawal dari pengaruh internet dan jejaring sosial seperti Facebook atau Twitter. Dia mengharapkan agar orangtua bisa mengawasi anaknya dalam pergaulan dan saat bermain internet ataupun jejaring sosial Facebook.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.