Kompas.com - 26/12/2012, 10:17 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

KOLAKA,KOMPAS.com - Sebuah mobil tanki bahan bakar minyak jenis solar milik PT Sultra Jembatan Mas dengan kapasitas muatan 5.000 kiloliter ditahan Polsek Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara. Mobil tanki ini diduga membawa solar ilegal.

Menurut Kapolsek Pomalaa Inspektur Dua Polisi Ahmad Troy, mobil tersebut diduga sebagai penyalur solar ilegal untuk perusahaan tambang di wilayah tersebut. Saat ditangkap pun sopir tidak bisa menunjukkan surat resmi pengangkutan minyak tersebut.

"Kita cegat di Tugu Parang pas mau lepas dari pusat Pomalaa. Ini kan berdasarkan informasi dari warga beberapa hari yang lalu kalau memang perusahaan tersebut sering menggunakan solar ilegal," terang Kapolsek, Rabu (26/12/2012).

Setelah melalui prose pemeriksaan di Polsek, sopir dan kernetnya tidak bisa menunjukkan surat-surat resmi.

"Jadi si Amran dan Luthi ini sopir dan kernet mobil tanki tersebut. Waktu ditahan bilang punya surat tapi tidak membawa. Eh, setelah digiring ke kantor polisi baru mengaku kalau tidak punya surat izin dari depot yang artinya solar itu adalah ilegal. Jumlahnya luar biasa, 5.000 kiloliter," tambahnya.

Troy menjelaskan, saat ini memang pengguna dan penyelundupan solar ilegal ke perusahaan tambang sangat marak terjadi. Bahkan, kata dia, pihak PT Sultra Jembatan Mas sampai datang minta mobil dilepaskan karena alat-alat tidak bisa bekerja di lokasi tambang.

"Kita akan tetap proses lanjut penangkapan ini. Solar yang mereka selundupkan ini adalah solar subsidi yang seharusnya dinikmati oleh masyarakat luas," tegasnya.

PT Sultra Jembatan Mas juga telah lama menjadi incaran polisi karena terindikasi kuat menggunakan BBM ilegal untuk menjalankan aktivitas perusahaannya. Perusahaan ini mamang terdaftar di Depo Pertamina sebagai pengguna bahan bakar minyak industri. Namun berdasarkan data yang ada, perusahaan tersebut tidak pernah mengambil minyak resmi untuk kegunaan industrinya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.