Kompas.com - 18/12/2012, 19:19 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

KOLAKA, KOMPAS.com - Hanya dengan bermodalkan berbagai macam ukuran dan bentuk lilin, Malik Daeng Gassing, warga kelurahan Lamekongga, Kolaka Sulawesi Tenggara meraup keuntungan hingga miliaran rupiah. Ia melakukan praktik curang sebagai dukun palsu yang mengaku bisa menggandakan uang.  Selain lilin, korek api dan jimat juga ikut menunjang praktiknya. Ia menggunakan alat itu untuk memberikan sugesti kepada calon korbannya.

Masing-masing korban yang menutut masalah penipuan tersebut dirugikan paling sedikit Rp 19 juta, bahkan ada juga yang mengaku tertipu hingga Rp 700 juta. Jumlah tersebut barulah angka yang disebutkan oleh beberapa orang, kabarnya masih ada puluhan korban lain lagi yang akan ikut melaporkan perbuatan pria berkumis tersebut.

Malik Daeng Gassing sendiri menjalankan aksinya sejak beberapa tahun terakhir dengan cara berpindah-pindah dari Kabupaten Kolaka ke Kabupaten lain. Namun di depan penyidik unit III Serse Polres Kolaka, Malik Daeng Gassing masih berupaya mengelak kalau dirinya tidak bersalah. Bahkan, dia pun berupaya meyakinkan penyidik kalau memang bisa menggandakan uang.

Salah satu penyidik Polres Kolaka yang namanya enggan disebutkan, mengakui bahwa hingga saat ini Malik Daeng Gassing masih bertahan dengan pengakuannya itu. "Kalau kami bertanya pasti dia bilang bisa. Itu katanya berdasarkan bisikan gaib yang dia terima. Mungkin saat ini belum berganda uang itu, tapi nanti akan berganda. Itu yang dia katakan sama penyidik. Kami masih terus kembangkan dari keterangan para sakasi dan korban. Saat ini Daeng Gassing itu masih di dalam sel," ungkapnya, Selasa (18/12/2012).

Berdaskan informasi yang beredar, korban Malik Daeng Gassing bukan hanya orang biasa saja, tetapi beberapa saudagar dan para pejabat sempat menjadi korban aksinya tersebut. "Sepengetahuan saya, memang banyak orang kaya di Kolaka yang ikut tertipu, bahkan pejabat pun sempat menjadi korbannya. Namun semua itu kita masih tunggu kebenarannya. Kalau mereka sudah buat laporan Polisi baru bisa katakan benar," tambahnya.

Malik Daeng Gassing bukanlah orang baru dalam praktik penipuan dengan menjadi dukun. Beberapa tahun lalu dirinya sempat menjadi bahan perbincangan di Kolaka karena aksinya yang terbilang nekat. "Dulu kan dia yang ajak para warga ke gunung batu di Baula untuk disembah dengan harapan bisa mengeluarkan emas. Hal itu gempar dulu sehingga banyak orang yang berbondong-bondong," ungkap Sukri, salah satu warga di Kecamatan Lamekongga, tempat tinggal Malik Daeng Gassing.

Malik Daeng Gassing sendiri tercatat sudah dua kali berurusan dengan aparat kepolisian dengan kasus yang sama. Beberapa bulan lalu, dirinya sempat ditangkap Polisi namun dibebaskan karena bersedia menggantikan uang korbannya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.