Perajin Jamu Masih Kesulitan Urus Perizinan - Kompas.com

Perajin Jamu Masih Kesulitan Urus Perizinan

Kompas.com - 24/11/2012, 17:33 WIB

SUKOHARJO, KOMPAS.com -- Industri kecil dan menengah yang memproduksi jamu masih menemui kesulitan dalam mendapatkan perizinan, terutama soal biaya untuk pemeriksaan laboratorium. Di sisi lain, industri jamu juga diharapkan menjaga produknya agar aman dan terjamin kualitasnya.

Hal ini dikemukakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia Jawa Tengah Nyoto Wardoyo, Sabtu (24/11/2012).

Sehari sebelumnya ia menghadiri acara pemecahan rekor Minum Jamu Terbanyak Bersama Pramuka di Alun-alun Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kegiatan yang diikuti 15.080 pramuka di Kwartir Cabang Sukoharjo ini memecahkan rekor sebelumnya berdasarkan penilaian Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

"Biasanya kesulitannya saat harus membuat data-data laboratorium mengenai kandungan bahan aktif. Biayanya untuk satu jenis zat saja Rp 1 juta. Padahal yang harus diuji banyak jamu," kata Nyoto.

Untuk itu, pihaknya memberi bimbingan kepada perajin dan petani untuk memperhatikan proses produksi dan pascapanen bahan baku jamu. Ini agar jamu tidak tercemar bahan kimia berbahaya atau residu pupuk.

Secara terpisah, Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Semarang Supriyanto Utomo mengatakan, pihaknya terikat dengan peraturan pemerintah dan aturan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Soal keringanan biaya, menurutnya, bisa dicarikan celah dari pemerintah daerah. "Soal biaya itu sudah aturan standar, sulit bagi kami untuk mengubahnya," kata Supriyanto.  

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan, pihaknya mendorong kemajuan industri jamu di wilayahnya dengan menetapkan Dusun Nguter di Desa Nguter, Kecamatan Nguter sebagai kampung jamu. Pemecahan rekor MURI berupa 15.080 pramuka minum jamu bersama juga merupakan cara untuk mendorong perhatian masyarakat terhadap jamu.

Di Kabupaten Sukoharjo yang mendeklarasikan diri sebagai kabupaten jamu, terdapat 112 pengusaha jamu dari skala kecil hingga besar yang berpusat di Kecamatan Nguter. Sebanyak 50 di antaranya telah memiliki izin rumah tangga dan 25 lainnya telah mengantongi izin dari Kementerian Kesehatan. Sebanyak 60 pengusaha bergabung dalam koperasi yang disebut Koperasi Jamu Sukoharjo (Kojai).

Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Sukoharjo Priyono mengatakan, upaya lain yang dilakukan pihaknya untuk mengangkat potensi jamu adalah melalui pembinaan proses pembuatan jamu dan pemasaran. Pihaknya juga memperkuat citra sebagai daerah penghasil jamu dengan adanya patung jamu gendong, tari jamu gendong, dan lagu jamu gendong. Pasar Nguter yang menjadi pasar jamu akan direvitalisasi agar bangunannya lebih baik namun tetap berkonsep tradisional.


PenulisSri Rejeki
EditorNasru Alam Aziz

Terkini Lainnya

Kerugian Negara Dikembalikan, Pejabat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Sampah Tidak Ditahan

Kerugian Negara Dikembalikan, Pejabat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Sampah Tidak Ditahan

Regional
Alasan 6 KPU Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih

Alasan 6 KPU Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih

Nasional
Universitas Brawijaya Raih Juara Umum UTU Award 2018

Universitas Brawijaya Raih Juara Umum UTU Award 2018

Edukasi
Sebuah Gudang Bank BNI di Kota Palopo Terbakar

Sebuah Gudang Bank BNI di Kota Palopo Terbakar

Regional
KPK Telusuri Pembahasan Rencana Tata Ruang Terkait Proyek Meikarta

KPK Telusuri Pembahasan Rencana Tata Ruang Terkait Proyek Meikarta

Nasional
Pekerja Proyek Pembangunan Bandara NYIA Tewas Setelah Terjatuh ke Saluran Air

Pekerja Proyek Pembangunan Bandara NYIA Tewas Setelah Terjatuh ke Saluran Air

Regional
Saat Ketua KPK Blusukan ke Sungai Mahakam dan Temukan Penumpukan Batubara Ilegal

Saat Ketua KPK Blusukan ke Sungai Mahakam dan Temukan Penumpukan Batubara Ilegal

Regional
Tim Mapagama UGM Siap Arungi Sungai Franklin Australia

Tim Mapagama UGM Siap Arungi Sungai Franklin Australia

Edukasi
Kasus Jamal Khashoggi, Saudi Tak Bakal Turuti Permintaan Turki

Kasus Jamal Khashoggi, Saudi Tak Bakal Turuti Permintaan Turki

Internasional
Poster Jokowi-Ma'ruf Dipasang di Tempat Ibadah di Garut, Tim Lakukan Investigasi

Poster Jokowi-Ma'ruf Dipasang di Tempat Ibadah di Garut, Tim Lakukan Investigasi

Nasional
6 Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu

6 Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu

Nasional
Kronologi Pelaku Perampokan Sopir Taksi 'Online' Serahkan Diri karena Takut Ditembak Polisi

Kronologi Pelaku Perampokan Sopir Taksi "Online" Serahkan Diri karena Takut Ditembak Polisi

Regional
Kelompok Kerja Guru Mandiri Melawan 'Efek Mattew' di Kaltara

Kelompok Kerja Guru Mandiri Melawan 'Efek Mattew' di Kaltara

Edukasi
Jika Perang Lawan Rusia dan China, AS Terancam Kalah

Jika Perang Lawan Rusia dan China, AS Terancam Kalah

Internasional
Kisah Henita Cari Anak Pasca-gempa di Petobo, Melacak dengan Cinta hingga Ucapan Ulang Tahun

Kisah Henita Cari Anak Pasca-gempa di Petobo, Melacak dengan Cinta hingga Ucapan Ulang Tahun

Regional

Close Ads X