Kompas.com - 22/11/2012, 17:30 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) yang berlangsung di Epiwalk, Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta, bertambah meriah dengan aksi 250 peserta Sarung Mobbed. Gelaran inisiasi Indonesia Fashion Week (IFW) ini menghadirkan berbagai kalangan yang tampil menari bersama memeragakan ragam model dan gaya memakai sarung.

IFW, yang didukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menggelar Sarung Mobbed selama tiga hari, 22-24 November 2012. Dengan kegiatan ini, diharapkan Indonesia semakin dikenal dunia dengan keragaman produk fashion bermuatan lokal. Sekaligus untuk menunjukkan potensi kreativitas industri mode Indonesia.       

Tepat pukul 12.00, sekitar 250 peserta Sarung Mobbed mulai memeragakan ragam tarian dengan busana dari kreasi sarung. Sarung Mobbed diikuti siswa sekolah menengah, mahasiswa sekolah mode dan seni dari Jakarta dan Bandung, juga desainer, komunitas, praktisi fashion, serta wartawan dari sejumlah media nasional.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu juga turut membaur dalam barisan di penghujung Sarung Mobbed yang berakhir pukul 13.00. Bersama peserta, Mari menutup Sarung Mobbed dengan tari poco-poco.

John Howkins, Konsultan Shanghai Creative Industry Center yang menghadiri PPKI sebagai pembicara seminar, juga mendampingi Mari. Melalui Howkins, Dina Mediani (Direktur IFW) memberikan sarung untuk dibawa ke Inggris, negara asal Howkins. Dina ingin menunjukkan pada dunia, Indonesia juga punya potensi besar di bidang mode dengan keragaman budayanya.

Sebagai bagian dari kegiatan jelang IFW 2013 (14-17 Februari 2013), Sarung Mobbed membawa sejumlah pesan. Bahwa Indonesia memiliki keragaman budaya khas, termasuk produk tekstil seperti sarung yang bisa dikembangkan menjadi aneka busana siap pakai berkualitas, dan berpotensi menjadi busana yang memenuhi selera internasional.

Sejumlah pakaian dari sarung yang ditampilkan di PPKI ini memberikan inspirasi. Bahwa setiap orang bisa tampil bergaya modern dengan sarung. Tak hanya batik yang bisa membawa nama Indonesia di industri mode dalam dan luar negeri. Sarung juga bisa mendunia dan menjadi pilihan baru dalam berbusana.

Seusai mengikuti Sarung Mobbed, Mari mengungkapkan, "Kegiatan ini menunjukkan penggunaan sarung di Indonesia, dimulai dari anak muda yang menampilkan beragam ratus cara pakai sarung, (bagaimana) bergaya dengan sarung. Di kemudian hari, sarung bisa ke dunia, kita bisa mensarungkan dunia."

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan Video Lainnya >

    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.