72 Buaya Dipindahkan ke Taman Safari Bali - Kompas.com

72 Buaya Dipindahkan ke Taman Safari Bali

Kompas.com - 06/11/2012, 21:24 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Setelah ditutup karena tak berizin, 72 buaya di taman reptil, Mengwi, Badung, Bali dipindahkan ke Taman Safari Indonesia (TSI) di Gianyar sejak Senin (05/11/2012) hingga Rabu (07/11/2012) besok.

Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dibantu polisi secara hati-hati memindahkan puluhan buaya dewasa, dua anak buaya dan empat bah telur buaya ke TSI Gianyar. Selain tak memiliki izin, kondisi penangkaran taman reptil ini dinilai tak layak dan membahayakan.

"Semua kami pindahkan ke tempat yang lebih layak dan aman. Baik layak bagi satwa, maupun keamanan sekitar," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Bali, Sumarsono di sela pemindahan.

Polisi juga telah menetapkan pemilik taman reptil, S Arifin sebagai tersangka atas dugaan pelanggaran konservasi sumber daya alam. Tersangka dijerat Pasal 21 ayat 2 jo 40 ayat 2 Undang-Undang No.5 Tahun 1999 tentang KSDA dengan ancaman lima tahun penjara dan denda sebesar Rp 100 juta.

Seperti diberitakan, Kepolisian Daerah Bali bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menyita 72 ekor buaya dari tempat penangkaran ilegal Taman Buaya dan Reptil Indonesia Jaya di Mengwi, Badung, Rabu (10/10/2012) lalu.

Sebelumnya BKSDA telah 2 kali mengirim surat untuk mengurus izin sebagai lembaga konservasi, namun tak pernah digubris. Sebanyak 72 ekor buaya hasil sitaan di antaranya buaya putih, buaya muara, dan buaya Irian. Sementara buaya muara ini merupakan satwa yang dilindungi dan masuk dalam Appendix I cites.


Terkini Lainnya

Kerugian Negara Dikembalikan, Pejabat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Sampah Tidak Ditahan

Kerugian Negara Dikembalikan, Pejabat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Sampah Tidak Ditahan

Regional
Alasan 6 KPU Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih

Alasan 6 KPU Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih

Nasional
Universitas Brawijaya Raih Juara Umum UTU Award 2018

Universitas Brawijaya Raih Juara Umum UTU Award 2018

Edukasi
Sebuah Gudang Bank BNI di Kota Palopo Terbakar

Sebuah Gudang Bank BNI di Kota Palopo Terbakar

Regional
KPK Telusuri Pembahasan Rencana Tata Ruang Terkait Proyek Meikarta

KPK Telusuri Pembahasan Rencana Tata Ruang Terkait Proyek Meikarta

Nasional
Pekerja Proyek Pembangunan Bandara NYIA Tewas Setelah Terjatuh ke Saluran Air

Pekerja Proyek Pembangunan Bandara NYIA Tewas Setelah Terjatuh ke Saluran Air

Regional
Saat Ketua KPK Blusukan ke Sungai Mahakam dan Temukan Penumpukan Batubara Ilegal

Saat Ketua KPK Blusukan ke Sungai Mahakam dan Temukan Penumpukan Batubara Ilegal

Regional
Tim Mapagama UGM Siap Arungi Sungai Franklin Australia

Tim Mapagama UGM Siap Arungi Sungai Franklin Australia

Edukasi
Kasus Jamal Khashoggi, Saudi Tak Bakal Turuti Permintaan Turki

Kasus Jamal Khashoggi, Saudi Tak Bakal Turuti Permintaan Turki

Internasional
Poster Jokowi-Ma'ruf Dipasang di Tempat Ibadah di Garut, Tim Lakukan Investigasi

Poster Jokowi-Ma'ruf Dipasang di Tempat Ibadah di Garut, Tim Lakukan Investigasi

Nasional
6 Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu

6 Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu

Nasional
Kronologi Pelaku Perampokan Sopir Taksi 'Online' Serahkan Diri karena Takut Ditembak Polisi

Kronologi Pelaku Perampokan Sopir Taksi "Online" Serahkan Diri karena Takut Ditembak Polisi

Regional
Kelompok Kerja Guru Mandiri Melawan 'Efek Mattew' di Kaltara

Kelompok Kerja Guru Mandiri Melawan 'Efek Mattew' di Kaltara

Edukasi
Jika Perang Lawan Rusia dan China, AS Terancam Kalah

Jika Perang Lawan Rusia dan China, AS Terancam Kalah

Internasional
Kisah Henita Cari Anak Pasca-gempa di Petobo, Melacak dengan Cinta hingga Ucapan Ulang Tahun

Kisah Henita Cari Anak Pasca-gempa di Petobo, Melacak dengan Cinta hingga Ucapan Ulang Tahun

Regional

Close Ads X