Wah! Tambang Emas di Buru Hasilkan Rp 365 Triliun - Kompas.com

Wah! Tambang Emas di Buru Hasilkan Rp 365 Triliun

Kompas.com - 08/10/2012, 09:38 WIB

AMBON, KOMPAS.com — Kehadiran tambang emas di kawasan Gunung Botak, Desa Wamsait, Kabupaten Buru, telah memengaruhi berbagai aspek di tengah masyarakat. Salah satu yang paling menonjol adalah aspek ekonomi.

Sejak ditemukan wilayah tambang emas di kawasan Gunung Botak, dalam setahun perputaran uang diperkirakan telah mencapai angka Rp 365 triliun. Hal itu dingkapkan Ketua Asosiasi Pertambangan Emas Rakyat Indonesia (Aspiri) Maluku, Andi Ridwan, kepada sejumlah wartawan di Ambon, Minggu (7/10/2012).

"Coba dihitung saja kalau per hari 2,5 ton emas yang dihasilkan, 1 kilogram emas harganya Rp 425 juta. Jadi, kalau 2,5 ton per hari, berapa jumlahnya?" kata Andi.

Andi mengakui, saat ini secara yuridis formal pemerintah pusat belum mengeluarkan izin pertambangan rakyat (IPR) untuk operasi penambangan emas di Buru. Namun, jika hal tersebut sudah selesai, ditargetkan pada tahun 2013 mendatang hasil produksi emas di Pulau Buru bisa mencapai Rp 920 triliun.

"Jika pertambangan rakyat sudah dikeluarkan, target kita dengan jumlah tromol 100.000 unit dan tong 5.000 unit, maka pada 2013 nanti tingkat produksi emas dapat mencapai Rp 920 triliun," ungkapnya.


EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Terkini Lainnya

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Internasional
Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Nasional
Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Regional
Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Internasional
Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Nasional
Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Internasional
Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Internasional
Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Nasional
Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Regional
Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Regional
Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Nasional
Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Regional
Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Internasional
Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Internasional
Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Regional

Close Ads X