Kompas.com - 21/09/2012, 13:22 WIB
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Amerika Serikat memiliki undang-undang antikorupsi yang ditujukan kepada perusahaan swasta yang melakukan praktik suap untuk mendapatkan proyek. Undang-undang tersebut memberikan sanksi tegas tidak hanya kepada oknum, tetapi juga denda cukup besar hingga mencabut izin operasi sebuah perusahaan.

Sementara itu di Indonesia, belum adanya aturan hukum yang mengatur hal tersebut menyebabkan tidak munculnya efek jera bagi banyak perusahaan yang melakukan praktik suap untuk mendapatkan proyek. "Bahkan di Amerika, bagi perusahaan yang bekerja sama dalam mencegah praktik suap justru akan mendapat insentif dari pemerintah," kata praktisi hukum antikorupsi Amerika Serikat, Danforth Newcomb, dalam peluncuran mata kuliah Klinik Antikorupsi di Fakultas Hukum UGM, Jumat (21/9/2012).

Dia menambahkan, aturan hukum tersebut tidak hanya berlaku pada praktik suap di dalam negeri Amerika saja, tetapi juga berlaku di luar Amerika, tempat perusahaan internasional tersebut beroperasi.

"Semua perusahaan internasional Amerika yang beroperasi di luar negeri bisa dijerat dengan undang-undang antikorupsi itu," katanya.

Lebih lanjut Danforth mengatakan, ketentuan tindak pidana suap di Amerika Serikat didasarkan pada definisi, yaitu pemberian sesuatu yang berharga kepada pejabat asing, partai politik, petinggi partai, dan siapa pun dengan maksud yang bersangkutan memperoleh keuntungan yang tidak semestinya atau memperoleh dan mempertahankan suatu usaha.

Tidak ubahnya dengan kondisi Indonesia saat ini, lanjutnya, banyak perusahaan Amerika Serikat sebelumnya juga melakukan praktik suap untuk mendapatkan proyek. Setelah hadirnya UU tersebut, serta pelaksanaan praktik yang tegas, berangsur-angsur praktik suap tersebut bisa dikurangi, bahkan banyak perusahaan bekerja sama dengan pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memberantas praktik suap tersebut.

Dari hasil penelitiannya, dia menyebutkan Indonesia berada di posisi keempat setelah Nigeria, Irak, dan China untuk jumlah terdakwa asal Amerika Serikat yang sudah diadili di pengadilan Amerika yang sebelumnya telah melakukan praktik suap. Masing-masing sebanyak 27 terdakwa telah melakukan suap di Indonesia, 69 orang di Nigeria, 50 orang di Irak, dan 43 orang di China.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.