Kasus Video Porno Siswi SMP di Belu Menggantung - Kompas.com

Kasus Video Porno Siswi SMP di Belu Menggantung

Kompas.com - 06/09/2012, 09:15 WIB

ATAMBUA, KOMPAS.com — Kasus video porno yang melibatkan oknum siswi sebuah SMP di Belu sejak Juni 2012 lalu sudah menghebohkan masyarakat di wilayah itu. Kasus ini pun telah dilaporkan keluarga korban ke Mapolres Belu sejak tanggal 29 Juni 2012 lalu. Namun, hingga kini kasus tersebut belum diproses, setelah sebelumnya tanggal 26 Juni dilaporkan ke Polsek Tasifeto Timur.

Keluarga korban lantas meminta agar kasus ini diproses sesuai hukum yang berlaku. Jika Polres Belu tidak bisa menanganinya, keluarga mengaku akan melapor ke Mapolda NTT dan Polri di Jakarta. Salah satu keluarga korban, Matheus YM Leto, kepada wartawan di Atambua, Rabu (5/9/2012) kemarin, menjelaskan, sebagai keluarga korban, pihaknya merasa malu dengan kasus yang menghebohkan ini.

Ia menyebutkan, korban MP (16), pelajar kelas III sebuah SMP di Belu ini melakukan adegan asusila dengan teman kencannya, AB. Korban terlihat di gambar dalam kondisi tanpa busana. 

"Kasus ini sudah sangat menghebohkan dan saya sendiri mendapatkan video itu dari anak saya, Maria R Araujo Mau Leto. Itu pun anak saya dapat dari beberapa orang yang mengirim. Karena menyangkut nama baik keluarga, apalagi saya dipanggil korban, kakek, maka tanggal 26 Juni kami melaporkan kasus ini ke Polsek Tasifeto Timur. Dan, gambar itu menurut saya asli, bukan hasil rekayasa, makanya kami mengadukan masalah ini untuk diproses lebih lanjut," tegasnya.

"Kami akan terus mendesak jajaran Polres Belu untuk memproses kasus ini. Kami tidak punya kepentingan apa pun dalam masalah ini semata-mata untuk penegakan hukum. Karena perbuatan seperti ini merusak moral remaja di daerah ini. Kami hanya mempertanyakan kenapa kasus ini sudah dilaporkan sejak Juni 2012, tetapi hingga kini tidak diproses, ada apa? Kalau memang Polres Belu tidak berani memproses, maka kami akan mengadukan masalah ini ke Mapolda NTT, juga ke Polri," ujar Matheus.

Kapolres Belu Ajun Komisaris Besar Darmawan Sunarko, ketika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Ajun Komisaris I Nyoman Budi Artawan, membantah kalau kasus ini didiamkan. Menurutnya, penyidik terus melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari korban, juga saksi-saksi. Dari keterangan yang disampaikan korban, gambar ataupun video yang ada bukan korban.

"Kami sudah tanya kepada korban dan korban menyampaikan itu bukan gambarnya. Kalau korban saja tidak mengakui bagaimana kita bisa tetapkan tersangka. Sekali lagi kami sampaikan bahwa kasus ini masih terus kita selidiki. Memang pihak keluarga terus mempertanyakan bahkan mau diadukan ke Mapolda NTT, saya bilang silakan. Kita bukannya mendiamkan, tapi kita masih selidiki," tegas Nyoman.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorGlori K. Wadrianto

    Terkini Lainnya

    Akademi Antikorupsi, Kuliah Singkat Lawan Korupsi dengan Metode 'E-Learning'

    Akademi Antikorupsi, Kuliah Singkat Lawan Korupsi dengan Metode "E-Learning"

    Nasional
    Perpanjangan Waktu Ganjil-Genap Sudirman-Thamrin Mulai Diuji Coba Senin

    Perpanjangan Waktu Ganjil-Genap Sudirman-Thamrin Mulai Diuji Coba Senin

    Megapolitan
    Mobil Tabrak Pipa Saluran Gas Bikin Rumah Berusia 60 Tahun Meledak

    Mobil Tabrak Pipa Saluran Gas Bikin Rumah Berusia 60 Tahun Meledak

    Internasional
    Cak Imin Merasa Dipuji Jokowi soal Baliho Wajahnya Lebih Banyak Dibanding Promosi Asian Games

    Cak Imin Merasa Dipuji Jokowi soal Baliho Wajahnya Lebih Banyak Dibanding Promosi Asian Games

    Nasional
    Pedagang di Jalan Jatibaru Akan Dipindah ke Lahan Milik Sarana Jaya

    Pedagang di Jalan Jatibaru Akan Dipindah ke Lahan Milik Sarana Jaya

    Megapolitan
    Mantan Narapidana Korupsi Dianggap Tak Berhak Tempati Kursi Parlemen

    Mantan Narapidana Korupsi Dianggap Tak Berhak Tempati Kursi Parlemen

    Nasional
    Berkat YouTube, Pria yang Hilang 40 Tahun Bertemu dengan Keluarganya

    Berkat YouTube, Pria yang Hilang 40 Tahun Bertemu dengan Keluarganya

    Internasional
    Terlilit Utang, Pegawai BRI Kuras Dana Nasabah hingga Rp 562 Juta

    Terlilit Utang, Pegawai BRI Kuras Dana Nasabah hingga Rp 562 Juta

    Regional
    Trump Siap Bekerja Ekstra Keras Demi Warga Jepang yang Diculik Korut

    Trump Siap Bekerja Ekstra Keras Demi Warga Jepang yang Diculik Korut

    Internasional
    Satu Warga di Pulau Buru Terjangkit Penyakit Aneh, Diduga karena Merkuri

    Satu Warga di Pulau Buru Terjangkit Penyakit Aneh, Diduga karena Merkuri

    Regional
    Jaksa Keberatan Fredrich Sebut Penyidik KPK Desersi Polri

    Jaksa Keberatan Fredrich Sebut Penyidik KPK Desersi Polri

    Nasional
    Curi Kucing untuk Dijadikan Sup Tradisional, 2 Pria Ditangkap

    Curi Kucing untuk Dijadikan Sup Tradisional, 2 Pria Ditangkap

    Internasional
    Begini Panduan Cara Berunding dengan Korut

    Begini Panduan Cara Berunding dengan Korut

    Internasional
    Sandiaga: Jakarta Darurat Narkoba Banget, Ada 1 Juta Pengguna

    Sandiaga: Jakarta Darurat Narkoba Banget, Ada 1 Juta Pengguna

    Megapolitan
    Terkait Kasus BLBI, KPK Tak Permasalahkan 'Policy' Megawati

    Terkait Kasus BLBI, KPK Tak Permasalahkan "Policy" Megawati

    Nasional

    Close Ads X