Waspadai Pasar Tumpah

Kompas.com - 18/07/2012, 03:05 WIB
Editor

Semarang, Kompas - Sekitar 20 pasar tumpah di jalur pantai utara dan jalur tengah wilayah Jawa Tengah berpotensi mengganggu kelancaran arus mudik Lebaran 2012. Pihak terkait perlu menyiapkan rambu-rambu tersendiri terkait keberadaan pasar tumpah tersebut.

”Pasar tumpah selalu jadi persoalan klasik setiap kali masa mudik. Jika pemerintah daerah tidak mampu membenahinya, tentu saja akan menghambat kelancaran arus kendaraan saat mudik nanti,” kata anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah, Sasmito, Selasa (17/7), di Semarang, Jawa Tengah.

Pasar tumpah yang dimaksud tersebar di sepanjang BrebesKendal, mulai dari arah barat, yaitu Pasar Losari, Pasar Klampok, Pasar Bulakamba, hingga pasar induk bawang di wilayah Kabupaten Brebes.

Pasar tumpah juga terdapat di Krandon (Kota Tegal), Pasar Surodadi di Kabupaten Tegal, Pasar Pemalang di Kota Pemalang, serta Pasar Cepiring di Kendal.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Provinsi Jawa Tengah Urip Sihabudin menjelaskan, pasar tumpah masih belum dapat ditertibkan. Meski begitu, pihaknya akan menyiapkan rambu-rambu khusus supaya kegiatan pasar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Jawa Tengah Lucki Widyantoro mengemukakan, perbaikan dan pelebaran jalan dilakukan mulai Prupuk (Slawi) sampai Banyumas.

Pembenahan terminal bus di Kabupaten Semarang menjelang Lebaran dilakukan dengan dana yang terbatas. Perbaikan menyeluruh baru dapat dilakukan setelah Lebaran menyusul disahkannya APBD perubahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di Terminal Bawen, yang menjadi terminal transit dari Kota Semarang menuju Solo, Yogyakarta, Wonosobo, hingga Purwokerto, misalnya, perbaikan dilakukan sebatas menambal jalan yang berlubang. Kegiatan itu dilakukan dengan dana Rp 10 juta.

Kepala Terminal Bawen Dwi Riyanto mengungkapkan, perbaikan jalan berlubang diselesaikan selama 24 jam penuh.

Terminal bus yang menjadi tempat perpindahan penumpang menuju sejumlah jurusan itu dilalui rata-rata 400 bus angkutan antarkota dalam provinsi, bus antarkota antarprovinsi, dan angkutan perdesaan. Jumlah penumpang yang naik turun di terminal itu rata-rata 10.000-12.000 orang per hari atau 350.000 orang per bulan.(WHO/UTI/CHE)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.