Cegah Polisi Nakal, Kendaraan Patroli Ditempeli GPS - Kompas.com

Cegah Polisi Nakal, Kendaraan Patroli Ditempeli GPS

Kompas.com - 19/06/2012, 18:38 WIB

MALANG,KOMPAS.com - Antisipasi polisi nakal untuk menjalankan tugasnya di lapangan serta di kantor, Mapolresta Malang, Jawa Timur, meluncurkan program di setiap kendaraan mobil dan sepeda motor dinas dilengkapi Global Positioning System (GPS).

Menurut Kepala Kepolisian Resor Malang Kota Ajun Komisaris Besar Teddy Minahasa Putra, peluncuran program GPS itu, memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi yang ada saat ini.

"Petugas tak bisa akal-akalan. Jika malas menjalankan tugas, akan ketahuan," kata AKBP Teddy Minahasa, dalam acara peluncuran program tersebut, di halaman Mapolresta Malang, Selasa (19/6/2012).

Selain itu, tujuan lainnya adalah agar setiap petugas yang melakukan patroli di wilayah Kota Malang bisa diketahui posisi, kecepatan kendaraan, dan rute saat melakukan patroli.

Tak hanya itu, Mapolresta Malang juga telah meresmikan Makota Command Center (MCC) yang berlokasi di Mapolresta setempat. Dengan adanya MCC tersebut, seluruh data yang menyangkut kepolisian langsung terkoneksi ke MCC.

Petugas MCC, bisa memantau petugas yang patroli serta situasi keamanan dan lalu lintas melalui layar monitor yang ada. Dengan adanya MCC, petugas bisa menghubungi petugas terdekat jika menerima laporan kejadian keamanan dan ketertiban dari masyarakat.

Misalnya, kalau ada kejadian pencurian, perampokan, kecelakaan lalu lintas maupun peredaran narkoba bisa ditangani secara cepat dan tepat sasaran karena sudah tahu lokasinya.

"Semua terhubung dengan sistem, petugas bisa datang lebih cepat ke lokasi kejadian. Program ini disebut Smart Police Service (SPS). Dan program ini pertama di Indonesia dan hanya diterapkan di Polresta Malang," kata AKBP Teddy.

Mapolresta Malang juga meluncurkan program panic alarm yang bersifat portabel dan stasioner. Tombol bisa dipencet saat kejadian darurat. Dengan informasi darurat itu, akan langsung direspon petugas dengan mengirimkan petugas patroli terdekat dengan lokasi kejadian.

"Sistem ini telah diterapkan di negara maju seperti Jepang, Inggris, dan Singapura," katanya.

Sementara menurut Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Malang, AKP Erwin Arasgenda, sistem tersebut akan dipantau selama 24 jam. Setiap hari petugas dibagi dalam tiga shift, masing-masing diawasi tujuh personil.

"Di ruang itu, akan dijaga oleh perwira menengah," katanya.

Sistem ini, katanya, juga bisa diterapkan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas. MCC memiliki peta wilayah Malang yang terkoneksi dengan internet sehingga jika terjadi kemacetan bisa diurai ke sejumlah jalan alternatif.

"Apalagi di Kota Malang, semakin padat saat akhir pekan. Dan Malang juga kota wisata dan pendidikan," katanya.


EditorTri Wahono

Terkini Lainnya

Close Ads X