Pendemo Kisruh di Ruang Rapat Sekda Kolaka

Kompas.com - 18/06/2012, 14:25 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

KOLAKA, KOMPAS.com - Ratusan pendemo dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Gerakan Anti Korupsi (GAKI) Kolaka Sulawesi Tenggara, Senin (18/6/2012) terlibat kekisruhan bersama sejumlah Kepala Dinas di ruang rapat Sekretaris Daerah Kolaka.

Pendemo memukul meja sambil menunjuki serta mendesak Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kolaka segera mengeluarkan data verifikasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) kategori satu tahun 2012, karena dinilai sarat dengan kebohongan serta manupulasi data.

Kordinator aksi ini bernama Andri Alaman Assiggaf mengatakan banyaknya nama yang keluar dalam pengumuman kategori I pada dasarnya tidak pernah menjadi tenaga honorer ataupun terdaftar sebagai database.

"Kalau memang dalam pendataan CPNS kategori I itu benar, coba bapak buka data yang ada sekarang. Karena terbukti di lapangan banyak nama yang keluar dalam pengumuman namun nama tersebut tidak pernah terdaftar sebagai tenaga honorer maupun database di dinas terkait. Ini sudah jelas adanya pelanggaran yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) bersama beberapa Dinas terkait," ungkapnya.

Andri menambahkan, ini adalah permainan lama yang dilakoni oleh pihak BKD, hanya saja baru kali ini ada gerakan yang menuntut keterbukaan dari BKD khususnya menyangkut masalah CPNS. "Ini sudah menjadi rahasia umum, tiap tahun selalu saja ada deal-deal yang tercapai antara BKD dan pihak-pihak diluar yang tentunya punya kepentingan," tegasnya.

Menanggapi desakan itu, Kepala BKD Kolaka bernama Ruhaeddin mengatakan, apa pun yang terjadi data tersebut tidak akan dibuka. "Saya yang berhak, apakah data ini harus dibuka atau tidak. Ini adalah data dari Menpan jadi sudah merupakan data kerahasiaan negara. Terserah kalian kalau memaksa, tapi tetap data ini tidak akan saya buka. Terkecuali ada perintah langsung dari Bupati Kolaka," ungkapnya dengan nada yang keras.

Sikap dari kepala BKD ini pun menuai reaksi yang lebih keras dari para pendemo. Dalam pertemuan ini nyaris saja terjadi kontak fisik antara pendemo dan para Kepala Dinas. Kepala Dinas yang hadir sendiri Arman Wahap (Kadis PU), Ruhaeddin (Kepala BKD) serta Yahya (Kabag umum).

Tidak ada titik temu yang didapatkan, maka pendemo pun akan melaporkan BKD pada Polisi setempat karena dianggap melanggar undang undang keterbukaan publik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sepekan Terakhir, Gunung Merapi Keluarkan 128 Kali Guguran Lava Pijar

Sepekan Terakhir, Gunung Merapi Keluarkan 128 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
Diperkosa Kenalan Facebook, Seorang Siswi SMP Ditinggalkan Dalam Kebun

Diperkosa Kenalan Facebook, Seorang Siswi SMP Ditinggalkan Dalam Kebun

Regional
Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Regional
Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Regional
Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Regional
Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Regional
Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Regional
Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Regional
Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Regional
Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Regional
Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Regional
Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Regional
60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

Regional
600 Rumah Terendam Banjir, Wali Kota Banjarmasin Tetapkan Status Darurat Bencana

600 Rumah Terendam Banjir, Wali Kota Banjarmasin Tetapkan Status Darurat Bencana

Regional
Namanya Dicatut untuk Menipu, Bupati Purbalingga Lapor Polisi

Namanya Dicatut untuk Menipu, Bupati Purbalingga Lapor Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X