Mahasiswa Papua di Semarang Turun ke Jalan

Kompas.com - 13/06/2012, 15:02 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Puluhan orang yang tergabung dalam Nasional Papua Solidaritas (Napas) Jawa Tengah melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolda Jateng, Rabu (13/6/2012).

Mereka menuntut pemerintah untuk mengusut tuntas konflik yang terjadi di tanah Papua. Mereka yang merupakan mahasiswa asal Papua melakukan aksi long march di sepanjang Jalan Pahlawan menuju Mapolda dengan pengawalan ketat polisi.

Selain berorasi, mereka juga menyebarkan kertas yang berisikan tuntutan pada sejumlah pengguna jalan di kawasan itu dan menyanyikan sejumlah lagu daerah. Penanggung jawab aksi Ottis Tipagau mengatakan pemerintah harus bertanggungjawab atas semua korban penembakan misterius yang terjadi di tanah Papua.

"Pemerintah harus segera membentuk tim investigasi independen nasional dan membuka ruang pada tim investigasi internasional untuk mengusut kasus penembakan misterius yang sudah meresahkan," katanya.

Selain itu mereka juga menuntut Pemerintah untuk mengevaluasi dan merasionalisasi keberadaan militer baik organik maupun non organik di seluruh tanah Papua.

Pemerintah Indonesia, ungkapnya, juga harus membuka ruang demokrasi untuk menuntaskan kasus kekerasan yang terjadi. "Sudah 50 tahun lebih Papua dalam NKRI tapi Pemerintah tidak mampu memberdayakan rakyat Papua, malah rakyat Papua diberikan kebijakan yang sangat identik dengan militeristik sehingga rakyat masih diintimidasi hingga saat ini dan perekonomian dikuasai orang dari luar Papua," katanya.

Hal itu, ungkapnya, berakibat pada meningkatnya proses diskriminasi pada tatanan kehidupan rakyat Papua. "72 persen rakyat Papua hidup di bawah garis kemiskinan, apakah pemerintah akan berdiam diri dan membiarkan ini semua dengan mengorbankan rakyat Papua? Kami hanya menuntut terciptanya kedamaian di tanah Papua," tandasnya.


EditorGlori K. Wadrianto

Terkini Lainnya


Close Ads X