Kompas.com - 09/06/2012, 14:07 WIB
Penulis Luki Aulia
|
EditorThomas Pudjo Widijanto

TEGAL, KOMPAS.com - Mulai tahun ini Kementerian Kelautan dan Perikanan mendapat tugas menjadi pembina bagi sekolah menengah kejuruan bidang kelautan dan perikanan di seluruh Indonesia. Untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM di bidang kelautan dan perikanan itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan dana sebesar Rp 109 miliar yang akan dialokasikan ke sembilan Sekolah Usaha Perikanan Menengah Negeri (SUPM-N) yakni di Aceh, Lampung, Tegal, Bone, Pontianak, Kupang, Ambon, Pariaman, dan Sorong.

Hal itu dikemukakan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Sjarief Widjaja di seusai wisuda SUPM-N Tegal, Sabtu (9/6) siang, di Tegal, Jawa Tengah. "Kapasitas siswa di semua SUPM-N akan didorong jadi 700 siswa. Sekarang kan, seperti di Tegal ini, kira-kira 450 siswa," ujarnya.

Untuk sementara ini terdapat 167 sekolah kelautan dan perikanan yang dibina kemdikbud dan sembilan sekolah yang dibina Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kepala SUPM-N Tegal Suharyanto mengatakan sejak lima tahun terakhir jumlah lulusan sebanyak 366 siswa (48,6 persen) telah bekerja di industri kelautan dan perikanan baik di dalam maupun luar negeri antara lain Jepang.

"Mayoritas siswa kami ke Jepang, baik untuk praktik kerja lapangan atau bekerja. Banyak tawaran dari Jepang. Kami sampai kewalahan," ujarnya. Selain Jepang, kata Sjarief, lulusan di sembilan SUPM-N juga ke Korea Selatan, Spanyol, Thailand, China, Vietnam, dan Australia. "Jepang yang paling menganggap tenaga kerja kita luar biasa. Hampir 70 persen pelaut dunia diisi orang kita terutama di laut lepas dan bukan perairan terbatas," ujarnya.

Untuk tahun ini SUPM-N yang tertua di Indonesia ini mewisuda 131 siswa terdiri dari 42 siswa program keahlian Nautika Perikanan Laut, 39 siswa Teknika Perikanan Laut, 24 siswa Teknologi Budidaya Perikanan, dan 26 siswa Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan. Para siswa banyak diincar industri karena, kata Sjarief, SDM yang dihasilkan telah siap pakai.

Orientasi pendidikan di SUPM fokus membentuk SDM profesional bidang perikanan dan memenuhi kebutuhan pasar kerja atau industri. Dengan konsep teaching factory, porsi praktik lebih banyak (70 persen) dan diarahkan pada penumbuhan jiwa kewirausahaan.

Untuk mewujudkan teaching factory dibangun kerja sama antar SMK kelautan dan perikanan. Selain itu juga mengembangkan program keahlian sesuai kebutuhan sektor kelautan dan perikanan seperti bidang konservasi dan bioteknologi. (LUK)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X