Kompas.com - 07/06/2012, 21:02 WIB
|
EditorBenny N Joewono

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh menilai transparansi dapat menekan peluang seseorang untuk berbuat kecurangan. Hal itu ia sampaikan menyusul ditemukannya kasus plagiat yang dilakukan seorang dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Dikatakan Nuh, plagiasi di dunia pendidikan terjadi lantaran ada kesempatan. Dalam hal ini adalah tidak adanya upaya untuk mempublikasikan karya ilmiah secara lebih luas. "Plagiat terjadi karena ada ruang gelap yang membuka kesempatan untuk melakukan kecurangan, atau penyimpangan," kata Nuh, Kamis (7/6/2012), di gedung Kemdikbud, Jakarta.

Oleh karena itu, lanjutnya, mengapa beberapa waktu lalu Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud mewajibkan seluruh mahasiswa untuk mempublikasikan karya ilmiahnya. Baik skripsi, tesis, maupun desertasi. Semua dilakukan agar tercipta transparansi keilmuan, sehingga mampu menekan, dan menghapus plagiasi karya ilmiah.

"Mengapa tulisan karya ilmiah itu harus dipublikasikan, harus disampaikan ke ranah publik, maksudnya adalah agar tercipta transparansi keilmuan dan orang akan berhati-hati untuk melakukannya," ucap Nuh.

Sejatinya, seluruh karya ilmiah dapat dipublikasikan melalui situs jurnal dikti dalam Garba Rujukan Digital Nusantara (Garuda). Dalam situs tersebut, masyarakat dimungkinkan untuk mengunggah dan mengunduh. Sehingga, karya ilmiah yang ada di dalamnya bisa menjadi domain publik sekaligus dapat dengan mudah mendeteksi adanya karya yang diplagiat.

"Melalui Garuda maka karya ilmiah akan tersebar dan membawa manfaat yang lebih luas. Di dalamnya juga ada mesin pencari, kita akan menemukan semua setelah kita masukkan kata kuncinya," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.