Mahasiswa Demo Tolak Biaya Parkir di Kampus - Kompas.com

Mahasiswa Demo Tolak Biaya Parkir di Kampus

Kompas.com - 07/06/2012, 13:21 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Keberatan dengan biaya parkir, puluhan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, menggelar aksi unjuk di depan Rektorat kampus setempat, Kamis (7/6/2012).

"Kita menolak biaya karcis parkir sepeda motor sebesar Rp 1.000, karcis mobil senilai Rp 2.000," kata  Koordinator aksi Gama Mulya. "Rata-rata kampus lain, untuk sepeda Rp 500, bahkan ada yang hanya Rp 200. Hal itu terjadi di UMM," katanya lagi.

Aksi siang ini dilakukan oleh mahasiswa yang menamakan diri "Gerakan Sepuluh Ribu Mahasiswa Menolak Biaya Karcis Masuk Universitas Brawijaya (Gesek Biadab).  Seperti umumnya aksi unjuk rasa, para mahasiswa pun membawa spanduk yang bertuliskan aspirasi penolakan biaya parkir. 

Gama mengaku, pihaknya sudah berkali-kali meminta penjelasan secara baik-baik ke pihak Rektorat, tapi tak digubris. "Kami juga meminta penataan ulang tempat parkir di dalam kampus UB ini, karena terlihat area yang bukan untuk parkir, dijadikan tempat parkir demi meraup keuntungan besar," ujarnya.

Gerakan penolakan juga digalang melalui situs jejaring sosial Facebook. Kini anggota grup Facebook tersebut, sudah mencapai 14.000 anggota. Kesemuanya menolak biaya karcis parkir, dan menuntut parkir gratis untuk mahasiswa.

Aksi mahasiswa tersebut ditemui perwakilan Rektorat, Guntur, selaku koordinator keamanan kampus UB. Di depan para mahasiswa, Guntur mengaku akan menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada pihak Rektorat. "Kita akan lebih bersyukur kalau mahasiswa punya konsep bagaimana menangani masalah parkir di kampus UB. Tidak hanya demo atau mengkritik. Tapi ada solusi," kata Guntur.


EditorGlori K. Wadrianto

Terkini Lainnya

Macron Tegur Remaja yang Tak Sopan Panggil Namanya

Macron Tegur Remaja yang Tak Sopan Panggil Namanya

Internasional
Sopir Angkutan Lebaran di Terminal Kalideres Rata-rata Terindikasi Darah Tinggi

Sopir Angkutan Lebaran di Terminal Kalideres Rata-rata Terindikasi Darah Tinggi

Megapolitan
Kebakaran Landa 10 Hektar Padang Rumput di Pulau Komodo

Kebakaran Landa 10 Hektar Padang Rumput di Pulau Komodo

Regional
Libur Lebaran, 27 Orang Tersengat Ubur-ubur di Pantai Selatan Gunungkidul

Libur Lebaran, 27 Orang Tersengat Ubur-ubur di Pantai Selatan Gunungkidul

Regional
Pegawai Honorer Dinas Kebersihan Jadi Maling Spesialis Rumah yang Ditinggal Mudik

Pegawai Honorer Dinas Kebersihan Jadi Maling Spesialis Rumah yang Ditinggal Mudik

Regional
Pakai Istilah 'China Taiwan', Dua Maskapai Jepang Dikecam

Pakai Istilah "China Taiwan", Dua Maskapai Jepang Dikecam

Internasional
Cegah Pelemparan Batu di Arus Balik, 21 Jembatan Tol di Bekasi Dijaga Ketat

Cegah Pelemparan Batu di Arus Balik, 21 Jembatan Tol di Bekasi Dijaga Ketat

Megapolitan
Komisioner Ombudsman Sebut Fasilitas Terminal Kalideres Tak Berubah Sejak 2 Tahun

Komisioner Ombudsman Sebut Fasilitas Terminal Kalideres Tak Berubah Sejak 2 Tahun

Megapolitan
Hoaks, Tempat Wisata dan Transjakarta Gratis Saat HUT DKI

Hoaks, Tempat Wisata dan Transjakarta Gratis Saat HUT DKI

Megapolitan
Olahraga di Kebun Raya Bogor, Presiden Jokowi Beri Jaketnya ke Pengunjung

Olahraga di Kebun Raya Bogor, Presiden Jokowi Beri Jaketnya ke Pengunjung

Nasional
Ini Jalur Alternatif Menuju Bekasi-Cikampek Saat Penerapan 'One Way'

Ini Jalur Alternatif Menuju Bekasi-Cikampek Saat Penerapan "One Way"

Megapolitan
Selasa Petang, Sejumlah Titik di Tol Jakarta-Cikampek Ramai Lancar

Selasa Petang, Sejumlah Titik di Tol Jakarta-Cikampek Ramai Lancar

Nasional
Inflasi DKI Diprediksi Naik karena Mahalnya Tiket Pesawat

Inflasi DKI Diprediksi Naik karena Mahalnya Tiket Pesawat

Megapolitan
Ombudsman: Jatah Obat per Napi di Lapas Pemuda Tangerang Hanya Rp 1.000

Ombudsman: Jatah Obat per Napi di Lapas Pemuda Tangerang Hanya Rp 1.000

Megapolitan
Perombakan Pejabat Diharap Tingkatkan Serapan Anggaran DKI

Perombakan Pejabat Diharap Tingkatkan Serapan Anggaran DKI

Megapolitan

Close Ads X