Kampanye Damai Jelang MTQ di Ambon

Kompas.com - 31/05/2012, 12:30 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

AMBON, KOMPAS.com - Puluhan orang dari enam oranisasi kemasyarakaan dan LSM di Kota Ambon, yakni LAKIP RI, AMSB, LIRA Maluku, JAMAK, LKPM, dan LSM Payung Bangsa Kamis (31/5/2012) sekitar pukul 10.00 wit mengelar kampanye damai, menongsong pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIV tingkat Nasional di Kota Ambon.

Massa memulai aksinya dari depan kawasan Masjid Raya Alfatah, dan dilanjutkan dengan longmarch ke sejumlah jalan utama di Kota Ambon, seperti Jalan AY Patty, Jalan Slamet Riyadi, Jalan DI Panjaitan, Jalan Pattimura depan Kawasan Gereja Maranatha Ambon, dan Jalan Diponegoro serta sejumlah Jalan lainnya di Kota Ambon.

Dalam aksi tersebut, massa menyerukan kepada warga Kota Ambon agar turut menyukseskan pelaksanaan MTQ dengan tetap saling menghargai dan saling menjaga toleransi antarumat beragama. Mereka juga mengungkapkan, suksesnya MTQ sangat tergantung dari kesadaran umat beragama di Kota Ambon.

“Mari kita tunjukan kepada bangsa Indonesia khususnya para kafilah yang akan datang di Kota Ambon kalau orang Maluku sangat ramah dan mencintai perbedaan,” seru Darmadi, salah satu koordinator aksi kampanye damai itu

Dalam aksinya mereka juga mengajak masyarakat Kota Ambon untuk dapat menyambut MTQ dengan penuh suka cita dan kegembiraan. Mereka bahkan mengungkapkan, kesuksesan pelaksanaan MTQ di Kota Ambon akan mengembalikan citra Kota ini sebagai Kota yang cinta damai dan toleran. “MTQ merupakan kebanggaan bagi semua umat beragama di Maluku, mari kita jaga dengan baik, mari kita tunjukan kalau orang Maluku sangat mencintai kedamaian,” kata Moses, salah satu orator lainnya.

Dalam aksinya, mereka juga membagikan selebaran berupa seruan kepada warga untuk menyukseskan MTQ di Kota Ambon. Meski aksi ini dilakukan secara damai, namun puluhan aparat kepolisian tetap menjaga jalannya aksi tersebut. Aksi yang dilakukan ini sempat menyita perhatian warga dan pejalan kaki, akibatnya disejumlah jalan sempat terjadi kemacetan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangkap Bandar Narkoba di Mataram, Polisi Sita 3 Kilogram Sabu

Tangkap Bandar Narkoba di Mataram, Polisi Sita 3 Kilogram Sabu

Regional
UTBK-SBMPTN 2020 di Surabaya, Calon Mahasiswa Wajib Bawa Hasil Rapid Tes Nonreaktif

UTBK-SBMPTN 2020 di Surabaya, Calon Mahasiswa Wajib Bawa Hasil Rapid Tes Nonreaktif

Regional
Gubernur Kalbar Ancam Copot Kepala Dinas yang Diam-diam Dukung Paslon di Pilkada 2020

Gubernur Kalbar Ancam Copot Kepala Dinas yang Diam-diam Dukung Paslon di Pilkada 2020

Regional
Kronologi Gagalnya Penyekapan dan Penganiayaan di Tanjung Balai, Saat Mobil Pelaku Tabrak Ambulans, Patroli Polisi Lewat

Kronologi Gagalnya Penyekapan dan Penganiayaan di Tanjung Balai, Saat Mobil Pelaku Tabrak Ambulans, Patroli Polisi Lewat

Regional
Kasus Dugaan Salah Tembak 2 Petani di Poso Diambil Alih Mabes Polri

Kasus Dugaan Salah Tembak 2 Petani di Poso Diambil Alih Mabes Polri

Regional
Kepala Dinas Kesehatan Pegunungan Arfak Meninggal, Pemakaman Sesuai Protokol Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Pegunungan Arfak Meninggal, Pemakaman Sesuai Protokol Covid-19

Regional
Seorang Dokter Senior di Probolinggo Meninggal karena Covid-19

Seorang Dokter Senior di Probolinggo Meninggal karena Covid-19

Regional
Mulai 3 Juli, Tiga Ruas Jalan Protokol di Surabaya Kembali Ditutup

Mulai 3 Juli, Tiga Ruas Jalan Protokol di Surabaya Kembali Ditutup

Regional
Cerita Abdi Dalam Keraton Solo yang Menganggur Akibat Wabah, Hidup Bergantung Bantuan

Cerita Abdi Dalam Keraton Solo yang Menganggur Akibat Wabah, Hidup Bergantung Bantuan

Regional
Warga Sleman Terinfeksi Virus Corona Setelah Temani Ibunya di Rumah Sakit

Warga Sleman Terinfeksi Virus Corona Setelah Temani Ibunya di Rumah Sakit

Regional
Remaja Nekat Membegal, yang Dibegal Kakak Sendiri, Korban Ditusuk lalu Dibawa ke RS

Remaja Nekat Membegal, yang Dibegal Kakak Sendiri, Korban Ditusuk lalu Dibawa ke RS

Regional
Kota Sukabumi Bikin Sekolah Tatap Muka di Masa Pandemi, Jadi 'Pilot Project' se-Jabar

Kota Sukabumi Bikin Sekolah Tatap Muka di Masa Pandemi, Jadi "Pilot Project" se-Jabar

Regional
Surabaya Bisa Jadi Wuhan, Begini Kata Risma

Surabaya Bisa Jadi Wuhan, Begini Kata Risma

Regional
4 Pasien Baru Positif Corona di Grobogan, 2 di Antaranya Lansia

4 Pasien Baru Positif Corona di Grobogan, 2 di Antaranya Lansia

Regional
Alasan Bersujud dan Menangis, Risma: Saya Enggak Terima Staf Saya Disalahkan

Alasan Bersujud dan Menangis, Risma: Saya Enggak Terima Staf Saya Disalahkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X