Buruh Tuntut 1 Mei Jadi Hari Libur Nasional

Kompas.com - 01/05/2012, 13:14 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

MALANG, KOMPAS.com — Ratusan buruh di Kota Malang, Jawa Timur, menggelar aksi unjuk rasa bertepatan dengan Hari Buruh Internasional, Selasa (1/5/2012) di depan Balaikota Malang. Serupa dengan tuntutan buruh di kota-kota lain di Tanah Air, mereka pun menuntut tanggal 1 Mei ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Ratusan buruh se-Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu) itu melakukan demo di dua lokasi. Pertama, mereka mendatangi kantor Pemerintah Kabupaten Malang dan dilanjutkan ke Balaikota Malang. "Permintaan itu sudah menjadi harga mati dari buruh," tegas Ketua Umum Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) Jawa Timur, Hafidz Lutfi, di sela-sela aksi.

Menurut Lutfi, selama ini buruh selalu ditindas. Selama seminggu diminta bekerja demi kepentingan pemilik perusahaan. Sementara upahnya sangat minim. "Karena itu, 1 Mei wajib ditetapkan jadi libur nasional," katanya.

Selain itu, Pemerintah diminta untuk merevisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. "Karena dalam UU itu sangat diskriminatif kepada buruh," katanya.

Dalam UU itu, buruh dibuat menjadi buruh kontrak. Akibatnya, kalau pihak perusahaan tidak suka, dengan mudah memberhentikan buruh secara sepihak dan tidak akan memperpanjang kontrak. "Itulah kejamnya UU Nomor 13 itu. Sangat menindas buruh," ujarnya.

Para buruh saat aksi terlihat hanya bisa berorasi. Sebab, di depannya sudah terdapat pagar kawat berduri yang melingkar di bagian depan Balaikota Malang. Tak terlihat saling dorong antara buruh dan personel kepolisian. "Tak masalah ada pagar kawat berduri di depan kita. Asal semua tuntutan kita wajib dikabulkan. Kalau tidak, sampai mati, kita akan tetap menuntut kepada Pemerintah. Karena kesejahteraan buruh adalah hak buruh yang wajib diperjuangkan," kata Lutfi lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.