Polres Jakpus Identifikasi Perampok Minimarket

Kompas.com - 23/04/2012, 10:27 WIB
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Polres Metro Jakarta Pusat telah mengidentifikasi para perampok bersenjata api yang beraksi di sebuah minimarket Alfamart di Jalan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

"Kami memang sudah mengidentifikasi para pelaku perampokan di sebuah minimarket yang beraksi Minggu kemarin. Doakan saja para pelaku bisa tertangkap secepatnya," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Hengki Haryadi di Jakarta, Senin (23/4/2012).

Ajun Komisaris Besar Hengki Haryadi mengakui, pihaknya sempat kesulitan mengidentifikasi pelaku karena tidak adanya kamera pengamanan CCTV dan petugas sekuriti membuat pelaku dengan leluasa melancarkan aksinya.

"Di lokasi memang tidak dipasangi CCTV sehingga kami sempat kesulitan," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat.

Beruntung, lanjut Hengki, ada saksi mata yang mengetahui ciri-ciri para pelaku sehingga anggota kepolisian hingga kini masih mencari mereka.

Minimarket yang terletak di depan RS Husada itu memang tidak dijaga petugas sekuriti.

"Di dalam minimarket juga tidak dilengkapi CCTV. Di lokasi hanya terdapat satu buah CCTV, namun hanya bisa menjangkau dua mesin ATM yang berada di dalam toko. CCTV tersebut tidak menangkap rekaman gambar ke arah pintu masuk toko," lanjutnya.

Salah seorang karyawan minimarket, Nurochim, mengatakan, pihak manajemen baru akan memasang CCTV dalam waktu dekat ini. Bahkan, sejumlah kabel terlihat di beberapa titik, seperti di dekat kasir dan di depan pintu masuk.

"Ini sudah mau pasang CCTV, cuma belum tahu kapan," katanya.

Sebelumnya, sebuah minimarket Alfamart di Jalan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, dirampok kawanan bersenjata api pada Minggu (22/4/2012) sekitar pukul 05.30 WIB.

Dua pria tidak dikenal merampok minimarket 24 jam tersebut dalam waktu yang cukup singkat. Pelaku datang ke lokasi dengan menggunakan motor Suzuki Satria warna merah.

Pelaku kemudian masuk ke dalam toko dan menodong korban dengan senjata api. Salah satu karyawan toko diseret dari dalam gudang, lalu dipaksa untuk mengambil uang di meja kasir.

Pelaku kemudian mengambil uang sekitar Rp 2 juta di lokasi. Setelah itu, kedua pelaku melarikan diri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.