PLN Sewa PLTU di Sulawesi Utara

Kompas.com - 01/04/2012, 18:42 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

JAKARTA, KOMPAS.com- Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Amurang 2 X 30 Mega Watt (MW) akan dibangun konsorsium PT Mega Power International (MPI), PT Cogindo Daya Bersama, dan PT Bagus Karya. Pembangkit listrik itu akan disewa PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) selama sembilan tahun untuk memperkuat sistem kelistrikan Minahasa, Sulawesi Utara.  

Hal ini disampaikan Manajer Senior Komunikasi Korporat PT PLN Bambang Dwiyanto dalam siaran pers, Minggu (1/4/2012), di Jakarta.  

Rencana operasi PLTU Amurang ini mulai 2014. Penandatanganan sewa PLTU ditandatangani oleh Direktur Utama PLN Nur Pamudji dan Direktur Utama PT MPI Heni Kusuma Caya dan Komisaris PT MPI Lee Seung Se di Jakarta, Jum'at (30/3) lalu. Hal ini untuk memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik yang cukup tinggi di Sulawesi Utara.

Pembangkit yang terletak di desa Moinit, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, ini akan sangat signifikan dalam memperkuat pasokan pasokan listrik ke sistem kelistrikan Minahasa yang meliputi daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo. Harga sewa yang disepakati adalah 5.2437 sen USD per kWh untuk jangka waktu 9 tahun.

Dengan sewa pembangkit berbahan bakar batubara akan diperoleh efisiensi yang sangat signifikan dibanding jika mengoperasikan atau menyewe diesel.

Menurut Nur Pamudji, kontrak PLTU sewa ini merupakan yang pertama kali dilakukan PLN. "Ini tonggak sejarah. Memang awalnya agak aneh, PLTU kok disewa? Sistem sewa PLTU ini akan sangat signifikan mengurangi pemakaian bahan bakar minyak," ucap Nur Pamudji.  

Karena sebelumnya existing PLTU Amurang telah tersedia, PLTU sewa ini tidak perlu bersusah payah lagi membebaskan lahan, penyiapan jeti batubara (coal yard), dan sebagainya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rencananya, PLTU sewa ini akan ditempatkan disamping PLTU Amurang Existing. Saat ini beban puncak di Sulawesi Utara daratan dan Gorontalo mencapai sekitar 250 Mega Watt (MW) dengan tingkat pertumbuhan beban sekitar 9 persen per tahun.

Beban itu dipasok dari beberapa pembangkit seperti Pusat Listrik tenaga panas Bumi (PLTP) Lahendong, Pusat listrik tenaga Air (PLTA) Tonsea Lama, PLTA Tanggari, beberapa Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan Pusat Listrik Tenaga Mini Hidro.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.