Mahasiswa Papua Tuntut Kedaulatan

Kompas.com - 22/03/2012, 12:21 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Puluhan orang yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Papua kembali menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Kamis (22/3/2012). Mereka menuntut pengakuan kedaulatan Negara Papua Barat.

"Kami minta Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Indonesia segera mengakui kedaulatan negara Papua Barat. Papua bukan Merah Putih, Papua Bintang Kejora," kata juru bicara Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Monggar.

Menurut Monggar, PBB terlibat dalam proses pemangkasan hak-hak demokratis rakyat Papua untuk menentukan nasib sendiri sebagai sebuah negara bangsa. Hal ini, menyebabkan pelanggaran hak asasi manusia berat. Selain itu, kata Monggar, Persetujuan New York antara Indonesia dan Belanda ada kejanggalan. "Kami menilai persetujuan tidak sah baik secara yuridis dan moral," kata dia.

AMP juga menuntut Pemerintah segera menarik militer dalam hal ini TNI/Polri organik dan non-organik dari tanah Papua. "Hentikan pengiriman militer ke Papua," kata dia.


Selain itu, Mereka pun menuntut Pemerintah segera menarik produk politik seperti otonomi khusus, pemekaran wilayah dan unit percepatan pembangunan provinsi Papua dan Papua Barat (UP4B). "Kebijakan produk politik tidak akan mampu memadamkan keinginan rakyat Papua untuk berdiri sebagai sebuah negara," seru dia.



PenulisSutarmi
EditorGlori K. Wadrianto

Terkini Lainnya

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Regional
Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Regional
Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Regional
Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Regional
Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Regional
Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Regional
Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Regional
Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik 'Jangan Bunuh Aku' kepada Pembunuhnya

Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik "Jangan Bunuh Aku" kepada Pembunuhnya

Regional
Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Regional
Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Regional
Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Regional
Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Regional
5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Regional

Close Ads X