Hamil di Usia 30 Tahun tak Selamanya Berisiko

Kompas.com - 29/02/2012, 11:38 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Banyak alasan yang membuat seorang wanita menunda menikah dan memiliki momongan. Fenomena hamil di usia pertengahan (30 tahun) atau bahkan lebih tua bukan tanpa risiko dan mitos. Banyak orang percaya bahwa kehamilan yang terlambat (usia di atas 30 tahun) cenderung berisiko, tidak sehat dan penuh dengan komplikasi. Tapi hal itu tidak selamanya benar.

Konsultan kesehatan kandungan dan kebidanan di Moolchand Fertility & IVF New Delhi India,  Dr. Shweta Gupta, mengatakan bahwa kehamilan yang terlambat tidak selamanya buruk dan berisiko bagi perempuan, dengan mengacu pada beberapa alasan berikut ini:

1. Kemajuan iptek

Dengan kemajuan dalam bidang perawatan prakonsepsi dan prenatal, sebagian besar wanita di atas usia 35 tahun dapat berharap untuk menjalani kehamilan dan bayi yang sehat. Beberapa wanita yang masuk dalam kelompok berisiko ini umumnya khawatir akan kehamilan mereka, tetapi dengan kemajuan ilmu kedokteran, perawatan yang baik sebelum melahirkan dan pemeriksaan rutin selama kehamilan, risiko tersebut dapat dihindarkan.

2. Menunda kehamilan karena pendapatan dan pendidikan yang lebih tinggi

Wanita yang menunda kehamilan sampai setelah usia 35 tahun cenderung memiliki tingkat pendidikan dan pendapatan yang lebih tinggi. Pendidikan dan pendapatan merupakan kunci penentu kesehatan. Ada implikasi kesehatan positif untuk wanita yang memiliki pendidikan dan pendapatan lebih tinggi, terutama untuk anak-anak mereka. Wanita yang menunda kehamilan pertama mereka mungkin memiliki lebih banyak kemampuan untuk mendukung pertumbuhan (kebutuhan hidup) keluarga.

Umumnya, wanita yang menunggu untuk hamil sampai usia 35 tahun cenderung lebih berhati-hati merencanakan kehamilan mereka. Hal ini secara tidak langsung memberikan keuntungan. Dengan merencanakan kehamilan, wanita dapat meningkatkan kesehatan mereka di masa prakonsepsi, dan dapat mulai mempersiapkan diri untuk menjadi orang tua.

3. Mitos down syndrome

Umumnya orang percaya bahwa bayi dengan down syndrome kebanyakan lahir dari ibu berusia lanjut, padahal ini sama sekali tidak benar. Bahkan, menurut National Association of Down Syndrome di Amerik Serikat, sekita 80 persen bayi penyandang down syndrome dilahirkan dari wanita berusia di bawah 35 tahun. Namun, risiko ini berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya usia ibu.

Oleh karena itu, untuk ibu yang hamil pada usia tua sangat dianjurkan melakukan pemeriksaan antenatal anomali. Meskipun risiko down syndrome meningkat seiring dengan bertambahnya usia wanita, tetapi mayoritas bayi yang lahir dari ibu berusia lanjut umumnya normal.

4. Jaga diri selama kehamilan

* Selama prakonsepsi dan awal kehamilan asupan asam folat yang memadai sangat penting (satu bulan sebelum pembuahan dan minimal 3 bulan setelahnya), untuk mengurangi risiko dan komplikasi pada bayi.
* Imunisasi rubella atau campak
* Berhenti merokok dan minum alkohol
* Olahraga secara teratur
* Menjaga berat badan
* Pemeriksaan medis yang tepat sebelum merencanakan kehamilan dapat membantu mendapatkan hasil akhir kehamilan yang baik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.