Harga Sarang Burung Walet Anjlok - Kompas.com

Harga Sarang Burung Walet Anjlok

Kompas.com - 24/01/2012, 23:59 WIB

BANJARMASIN, KOMPAS.com — Harga sarang burung walet yang biasanya diekspor untuk menu sup sarang burung kini anjlok. Sebelumnya, harga 1 kilogram sarang burung walet mencapai Rp 11 juta hingga Rp 13,5 juta tergantung kualitas, saat ini hanya Rp 3,5 juta hingga Rp 4 juta.

Pendiri Asosiasi Petani Walet Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Geman Yusuf, menuturkan, harga sarang burung walet jatuh sejak sekitar empat bulan lalu. Penyebabnya diperkirakan ada dua, yakni akibat isu ada warga di China meninggal setelah mengonsumsi sarang burung walet dan menjamurnya pembudidaya di berbagai daerah.

Di Banjarmasin, saat ini ada 600-an petani walet. Di mana-mana sekarang ada, termasuk di Jawa. "Akibatnya, pengumpul dari Jakarta dan Surabaya yang biasanya mengambil dari Kalimantan kini punya sumber lain," kata Geman, Selasa (24/1/2012) di Banjarmasin.

Penurunan harga terjadi bukan saja di Kalimantan Selatan, melainkan juga hampir semua wilayah di Indonesia.

Akibat penurunan harga tersebut, menurut Geman, ada sebagian petani di Kalimantan Selatan yang kini cenderung membiarkan gedung rumah sarang waletnya begitu saja, tanpa perawatan khusus.


EditorNasru Alam Aziz

Terkini Lainnya

Banyak TKA Ilegal, Komisi IX DPR Minta Pemerintah Bentuk Tim Pengawas di Daerah

Banyak TKA Ilegal, Komisi IX DPR Minta Pemerintah Bentuk Tim Pengawas di Daerah

Nasional
Digelar Sebulan, Art Jog 2018 Gelar 83 Penampilan dan Hadirkan Seniman Mulyana

Digelar Sebulan, Art Jog 2018 Gelar 83 Penampilan dan Hadirkan Seniman Mulyana

Regional
Dirjen Imigrasi Sebut Perpres TKA Hanya Sederhanakan Birokrasi

Dirjen Imigrasi Sebut Perpres TKA Hanya Sederhanakan Birokrasi

Nasional
AS Berharap Pertemuan Dua Korea Hasilkan Perdamaian

AS Berharap Pertemuan Dua Korea Hasilkan Perdamaian

Internasional
Peluang JK Kembali Jadi Cawapres Hanya Melalui Amandemen UUD 1945

Peluang JK Kembali Jadi Cawapres Hanya Melalui Amandemen UUD 1945

Nasional
Panitia Larang Atribut Politik dalam Acara 'Untukmu Indonesia' di Monas

Panitia Larang Atribut Politik dalam Acara "Untukmu Indonesia" di Monas

Megapolitan
Diduga Korban Tanah Longsor, Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Ponorogo

Diduga Korban Tanah Longsor, Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Ponorogo

Regional
Senyum Kim dan Moon Saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

Senyum Kim dan Moon Saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

Internasional
12 Jembatan Penyeberangan di Sudirman-Thamrin Bakal Dibuat Kekinian

12 Jembatan Penyeberangan di Sudirman-Thamrin Bakal Dibuat Kekinian

Megapolitan
Gerindra dan PKS Dirikan Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo

Gerindra dan PKS Dirikan Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo

Nasional
Dilarang Disparbud, Panitia 'Untukmu Indonesia' Tetap Akan Bagikan Sembako di Monas

Dilarang Disparbud, Panitia "Untukmu Indonesia" Tetap Akan Bagikan Sembako di Monas

Megapolitan
Pemerintah dan DPR Belum Sepakat soal Definisi Terorisme, Pembahasan RUU Diperpanjang

Pemerintah dan DPR Belum Sepakat soal Definisi Terorisme, Pembahasan RUU Diperpanjang

Nasional
Sopir Kopaja Mabuk Berujung Kecelakaan dengan Honda HR-V di Rasuna Said

Sopir Kopaja Mabuk Berujung Kecelakaan dengan Honda HR-V di Rasuna Said

Megapolitan
Sepi Pembeli, Pedagang Blok G Ini Tutup Lapak Baju Koko Jelang Ramadhan

Sepi Pembeli, Pedagang Blok G Ini Tutup Lapak Baju Koko Jelang Ramadhan

Megapolitan
Enam Temuan Ombudsman soal Kebijakan TKA yang Tak Sesuai Fakta Lapangan

Enam Temuan Ombudsman soal Kebijakan TKA yang Tak Sesuai Fakta Lapangan

Nasional

Close Ads X