"Waspada" untuk Gunung Marapi

Kompas.com - 31/12/2011, 20:10 WIB
Penulis M.Latief
|
EditorLatief

BUKITTINGGI, KOMPAS.com - Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bukittinggi, Suparmo, mengatakan abu vulkanik yang disemburkan Gunung Marapi, Sabtu (31/12/2011) siang, hanya abu tipis. PVMBG masih merekomendasikan status gunung tersebut waspada atau level II.

"Bagi masyarakat dan pendaki dianjurkan agar tidak mendaki gunung sampai tiga kilometer dari puncak gunung," kata Suparno di Bukittinggi.

Gunung Marapi yang berada di antara Kabupaten Tanahdatar dan Agam, Sumatera Barat, pada Sabtu siang sekitar pukul 13.20 WIB tadi menyemburkan abu vulkanik ke daerah Lasi. Abu vulkanik yang disemburkan gunung berketinggian 2.891 meter dari permukaan laut itu mengarah ke daerah Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, berjarak 1 kilometer arah utara gunung.

Semburan abu vulkanik itu diperkirakan setinggi 100-500 meter dari puncak gunung dan berlangsung sekitar 15 menit. Setelah abu vulkanik menghilang, gunung terlihat tidak lagi mengeluarkan abu vulkanik.

Ia menyebutkan, sejak peningkatan aktivitas vulkanik gunung itu, PVMBG telah memasang tiga seismometer dan satu alat lain berupa digital analog di ketinggian 2.000 mdpl di Nagari Batu Palano dan ketinggian 1.500 mdpl di Nagari Lasi.

 Salah satu gunung aktif di Sumbar setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini mengalami peningkatan aktivitas sejak 3 Agustus 2011 sekitar pukul 09.00 WIB. Gunung itu sempat mengeluarkan abu vulkanik berbau belerang berketinggian 1.000 meter dan menjangkau sejumlah daerah di Sumbar, seperti Agam, Tanahdatar, Padangpariaman, dan Padangpanjang. Gunung Marapi terakhir kali meletus pada 2005.

Dalam kondisi aktif normal, gunung yang berdampingan dengan Gunung Singgalang dan Tandikek itu menjadi salah satu tujuan bagi pendaki dari dalam maupun dari luar Sumatera Barat. Setiap pergantian tahun baru, gunung itu selalu ramai oleh pendaki. Akses pendakian gunung itu mudah dicapai. Titik awal pendakian berada di Kotobaru, Tanah Datar, dengan lama perjalanan dari Kota Padang menuju Kotobaru sekitar 1,5 jam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.