Persebaya Juara Unity Cup

Kompas.com - 29/12/2011, 04:56 WIB
Editor

SURABAYA, KOMPAS - Persebaya menjadi juara pada laga persahabatan bertajuk Unity Cup di Gelora 10 November, Kota Surabaya, Rabu (28/12) malam. Kemenangan ini diraih setelah tim ”Bajul Ijo” menekuk klub sepak bola asal Malaysia, Kelantan FC, dengan skor 3-2.

Dalam pertandingan yang disaksikan sekitar 27.900 penonton ini, tuan rumah tampil menekan sejak babak pertama dimulai. Andik Vermansyah dan kawan-kawan terus mendominasi permainan sehingga menciptakan banyak peluang. Akan tetapi, pertahanan Malaysia yang dijaga kiper Khairul Fahmi bin Che Mat tidak mudah ditembus.

Persebaya bisa mencetak gol pada menit ke-15. Gol ini tercipta berkat kerja sama dengan pemain tengah Rendi Irawan yang memberikan umpan silang ke depan. Andik Vermansyah yang berada di depan segera menyambar bola itu sehingga timnya memimpin 1-0. Dominasi Persebaya terus berlangsung, tetapi sejumlah peluang tidak berhasil dieksekusi dengan baik.

Memasuki babak kedua, Kelantan mengambil inisiatif serangan. Memanfaatkan kelengahan pemain belakang Persebaya, pada menit ke-3, Mohamed Mahmoud berhasil melesakkan tendangan ke arah gawang. Tendangan itu membentur tiang, tetapi Norshahrul Idlan bin Tahala berada di posisi yang tepat sehingga bisa menyambar bola muntah dan mencetak gol, 1-1.

Posisi seri ini bertahan sekitar 20 menit. Kedua tim mencoba menembus jantung pertahanan lawan, tetapi selalu gagal. Hingga pada menit ke-65, Feri Ariawan berhasil merobek gawang Kelantan, dan Persebaya pun kembali memimpin 2-1. Keunggulan ini memompa semangat Persebaya. Mereka terus menyerang. Akhirnya pada menit ke-72, Otavio Dutra semakin memperkuat kedudukan menjadi 3-1.

Di sisi lain, upaya pemain Kelantan mengejar ketertinggalan tidak berhasil. Sejumlah peluang emas tidak berbuah gol. Namun, pada menit ke-90, Indra Putra Mahiyuddin berhasil mencetak gol untuk timnya. Sayang, hasil itu tidak mengubah keadaan, dan Persebaya pun memenangi pertandingan dengan skor 3-2.

Dengan kemenangan ini, Persebaya keluar sebagai pemenang Unity Cup. Sebab, pada laga sebelumnya di Stadion Sultan Mohamed IV, Kelantan, Malaysia, Jumat (23/12), Persebaya berhasil bermain imbang 1-1.

Pelatih Persebaya Divaldo Alves menilai anak asuhnya bermain fantastis selama 90 menit. Mereka bermain konsisten sehingga tim yang bermain kali ini ia nilai sebagai tim dengan komposisi terbaik. ”Ini bisa menjadi dream team,” ujarnya.

Pelatih Kelantan Peter James Butler kecewa dengan penampilan pemainnya yang bermain terlalu bertahan. Ia juga kecewa karena tidak bisa meraih kemenangan. Akan tetapi, dia menilai permainan Kelantan lebih baik daripada Persebaya.

(ARA)



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dikeroyok Warga hingga Tewas Setelah Dituduh Curi Helm, Polisi Sebut Ada Pidana Baru

Dikeroyok Warga hingga Tewas Setelah Dituduh Curi Helm, Polisi Sebut Ada Pidana Baru

Regional
Mengungkap Fakta Pelajar SMA Hilang dan Ditemukan Jadi Tengkorak, Dibunuh Sopir Angkot hingga Dibuang ke Sungai

Mengungkap Fakta Pelajar SMA Hilang dan Ditemukan Jadi Tengkorak, Dibunuh Sopir Angkot hingga Dibuang ke Sungai

Regional
Pria Setubuhi Dua Putri Kandung Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Pria Setubuhi Dua Putri Kandung Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Regional
Cerita di Balik Sukiyah, Hidup Seorang Diri dengan Berteman Gelap hingga Rambut Jadi Sarang Tikus

Cerita di Balik Sukiyah, Hidup Seorang Diri dengan Berteman Gelap hingga Rambut Jadi Sarang Tikus

Regional
Duduk Perkara Pembunuhan Pelajar SMA yang Hilang Ditemukan Jadi Tenggorak

Duduk Perkara Pembunuhan Pelajar SMA yang Hilang Ditemukan Jadi Tenggorak

Regional
Pipa PDAM Malang Pecah, Emil: Pemprov Jatim Bantu Pemkot Malang Upayakan Perbaikan

Pipa PDAM Malang Pecah, Emil: Pemprov Jatim Bantu Pemkot Malang Upayakan Perbaikan

Regional
Kisah Ardian, Mantan Pencuri Beras yang Kini Jadi Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus

Kisah Ardian, Mantan Pencuri Beras yang Kini Jadi Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus

Regional
Fakta Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Selat Malaka, 9 Penumpang Belum Ditemukan hingga Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Fakta Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Selat Malaka, 9 Penumpang Belum Ditemukan hingga Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kisah Sukiyah, Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus | Pembunuhan Pelajar SMA di Bengkulu

[POPULER NUSANTARA] Kisah Sukiyah, Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus | Pembunuhan Pelajar SMA di Bengkulu

Regional
Atap Ruko Roboh Timpa 4 Anak, 1 Tewas di Tempat, 1 Kritis

Atap Ruko Roboh Timpa 4 Anak, 1 Tewas di Tempat, 1 Kritis

Regional
Bertemu Sukiyah yang Miliki Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus Paling Menggetarkan Hati Ardian

Bertemu Sukiyah yang Miliki Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus Paling Menggetarkan Hati Ardian

Regional
KM Wingston Tenggelam di Perairan Kualatanjung, Sumut, 8 Orang Selamat, 3 Hilang

KM Wingston Tenggelam di Perairan Kualatanjung, Sumut, 8 Orang Selamat, 3 Hilang

Regional
Sosok Ardian, Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus: Mantan Residivis Keluar Masuk Penjara

Sosok Ardian, Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus: Mantan Residivis Keluar Masuk Penjara

Regional
Dipaksa Bersetubuh oleh Ayah Kandung, Korban Alami Gangguan Kejiwaan

Dipaksa Bersetubuh oleh Ayah Kandung, Korban Alami Gangguan Kejiwaan

Regional
Ricuh Warga Mandala Medan karena Konflik Sosial, Bukan Agama

Ricuh Warga Mandala Medan karena Konflik Sosial, Bukan Agama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X