Relawan Pencinta Binatang Bergerak

Kompas.com - 26/10/2011, 11:25 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

PALEMBANG, KOMPAS.com — Para pencinta binatang dari Palembang dan Jakarta mulai melakukan tindakan penyelamatan anjing liar di Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan.

Tindakan ini diambil menyusul munculnya berita mengenai rencana pembasmian anjing liar menjelang SEA Games XXVI di sekitar Jakabaring.

"Kami akan mencari anjing-anjing liar untuk diselamatkan sebelum diracun mati," kata Artha, relawan dari Faunawelfare, Rabu (26/10/2011).

Operasi penyelamatan dilakukan Selasa malam dengan satu mobil pikap untuk mengangkut anjing liar yang diselamatkan. Rencananya, anjing yang diselamatkan akan disterilisasi dan divaksin. Operasi ini direncanakan berlangsung sepekan.

Rombongan relawan satwa ini disertai dua dokter hewan, salah satunya Arsentina Panggabean dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia DKI Jakarta. "Pengendalian anjing liar bisa dilakukan dengan sterilisasi dan vaksinasi. Tidak perlu sampai dibasmi," kata Arsentina.

Dari operasi semalam, tim berhasil mengambil dua anjing liar. Keduanya akan disterilisasi siang ini.

Sehari sebelumnya, kecaman mengenai pembasmian anjing liar jelang SEA Games di Palembang ini menjadi topik hangat di jejaring sosial Twitter.

Tim ini juga telah menemui Dinas Peternakan Sumatera Selatan untuk meminta pembatalan pembasmian. Sejauh ini belum terlihat adanya pembasmian anjing liar besar-besaran di Palembang. 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

445 Seniman Meriahkan Festival Asmat Pokman

445 Seniman Meriahkan Festival Asmat Pokman

Regional
Dua Warga Karawang Diduga Meninggal karena DBD

Dua Warga Karawang Diduga Meninggal karena DBD

Regional
Kasus Nenek Palsu di Surabaya Berujung Vonis 2 Tahun Penjara

Kasus Nenek Palsu di Surabaya Berujung Vonis 2 Tahun Penjara

Regional
Bawa Paksa Jenazah Bayi, Driver Ojek Online Minta Maaf secara Tertulis ke RSUP M Djamil Padang

Bawa Paksa Jenazah Bayi, Driver Ojek Online Minta Maaf secara Tertulis ke RSUP M Djamil Padang

Regional
Nonton Bareng Video Porno Meresahkan Warga, Ini Tindakan Pemkab Magetan

Nonton Bareng Video Porno Meresahkan Warga, Ini Tindakan Pemkab Magetan

Regional
Warga Jabar, Nantikan Keseruan Jabar Otofest 2019 Akhir Pekan Nanti

Warga Jabar, Nantikan Keseruan Jabar Otofest 2019 Akhir Pekan Nanti

Regional
Di Baubau, Utusan Kerajaan Korea hingga Thailand Dijamu 1.000 Talang Kuliner, Dihibur 700 Penari Kolosal

Di Baubau, Utusan Kerajaan Korea hingga Thailand Dijamu 1.000 Talang Kuliner, Dihibur 700 Penari Kolosal

Regional
Soal Bali Tak Layak Dikunjungi Tahun 2020, Ini Respons Wishnutama

Soal Bali Tak Layak Dikunjungi Tahun 2020, Ini Respons Wishnutama

Regional
Pemkab Agam Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor

Pemkab Agam Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor

Regional
Kisah Samiyati, Guru Honorer di Ende, 11 Bulan Mengajar Tanpa Digaji

Kisah Samiyati, Guru Honorer di Ende, 11 Bulan Mengajar Tanpa Digaji

Regional
Di Bali, Menteri Wishnutama Bicara Pentingnya Wisatawan Berkualitas

Di Bali, Menteri Wishnutama Bicara Pentingnya Wisatawan Berkualitas

Regional
Data Terbaru, Virus Hog Cholera Menyebar ke 16 Kabupaten, 10.298 Babi Mati di Sumut

Data Terbaru, Virus Hog Cholera Menyebar ke 16 Kabupaten, 10.298 Babi Mati di Sumut

Regional
Lagi, Jateng Dinobatkan Sebagai Provinsi Informatif

Lagi, Jateng Dinobatkan Sebagai Provinsi Informatif

Regional
Masih Ingat Balapan Tradisional Kadaplak? Permainan Ekstrem Ini Kembali Dihidupkan Generasi Milenial

Masih Ingat Balapan Tradisional Kadaplak? Permainan Ekstrem Ini Kembali Dihidupkan Generasi Milenial

Regional
Pembangunan Jalan Bua-Rantepoa Telan Biaya Rp 200 Miliar

Pembangunan Jalan Bua-Rantepoa Telan Biaya Rp 200 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X