September, Gunung Lokon Meletus 340 Kali

Kompas.com - 03/10/2011, 09:00 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

MANADO, KOMPAS.com — Letusan Gunung Lokon di Provinsi Sulawesi Utara selama September 2011 sebanyak 340 kali, atau terbanyak dibanding Juni-Agustus lalu.

"Pola letusan Gunung Lokon sekarang ini agak berbeda dibanding pola letusan sebelumnya. Kali ini bentuknya ’open system’, di mana pada saat ada pasokan energi langsung dikeluarkan dalam bentuk letusan," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Farid Ruskanda Bina di Tomohon, Senin (3/10/2011).

Oleh karena itu, kata Farid, sekarang ini tidak ada energi yang tersimpan sehingga frekuensi letusan yang terjadi pada September 2011 bisa menjadi klimaks akibat "open system".

Letusan pembuka terjadi pada Juni 2011, di mana pada bulan itu terjadi dua kali letusan beriringan, dengan dinaikkannya status Gunung Lokon dari waspada level II ke siaga level III. Letusannya semakin meningkat pada Juli 2011. Di bulan ini terjadi 82 letusan.  Pada 10 Juli status siaga level III yang disandang Gunung Lokon, kembali dinaikkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung menjadi awas level IV.

Pada 14 dan 17 Juli Gunung Lokon meletus besar dengan tinggi letusan diperkirakan mencapai 2.500 meter dari kawah Tompaluan. Sepekan kemudian, statusnya kembali diturunkan menjadi siaga level III hingga hari ini, hari ini. Meski statusnya diturunkan, letusan-demi letusan masih terjadi.

Di bulan Agustus 2011, terjadi juga tren kenaikan frekuensi letusan di mana terjadi sebanyak 109 letusan. Dari seratusan letusan ini, dua letusan di antaranya dikategorikan besar yakni letusan tanggal 17 Agustus dan 28 Agustus 2011. Pascaletusan di tanggal itu, rentetan letusan kecil belum berhenti.

Puncaknya di bulan September 2011. Status siaga yang sandang Gunung Lokon masih berpotensi terjadinya letusan-letusan hingga mencapai 340 kali di bulan ini. Sejak erupsi pembuka di bulan Juni hingga 30 September 2011, sudah sebanyak 533 letusan terjadi dari kawah Tompaluan, Gunung Lokon.

Ditambahkan Farid, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi masih akan mengevaluasi aktivitas vulkanik Gunung Lokon dalam sebulan ini. "Kalau kegempaannya terus menurun, mungkin saja status siaga yang disandang Gunung Lokon akan diturunkan ke waspada level II," kata Farid.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

    Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

    Regional
    Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

    Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

    Regional
    7 Hal Penting Kasus 'Pembubaran' Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

    7 Hal Penting Kasus "Pembubaran" Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

    Regional
    Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

    Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

    Regional
    Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

    Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

    Regional
    Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

    Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

    Regional
    Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

    Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

    Regional
    BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

    BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

    Regional
    Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

    Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

    Regional
    28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

    28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

    Regional
    Fakta Para Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

    Fakta Para Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

    Regional
    Fakta Upacara Piodalan di Bantul 'Dibubarkan' Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

    Fakta Upacara Piodalan di Bantul "Dibubarkan" Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

    Regional
    Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

    Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

    Regional
    4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

    4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

    Regional
    [POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil | Acara Piodalan 'Dibubarkan' Warga

    [POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil | Acara Piodalan "Dibubarkan" Warga

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X