Lagi, Gunung Marapi Muntahkan Debu Vulkanik

Kompas.com - 20/09/2011, 08:50 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

BUKITTINGGI, KOMPAS.com -  Gunung Marapi di daerah Koto Baru, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali mengeluarkan debu vukalkanik, Selasa (20/9/2011) sekitar pukul 06.45 WIB.

Andi, warga Bukittinggi, mengatakan, saat hendak berangkat kerja, dari dalam rumah terdengar ada suara letusan. Awalnya, ia menyangka letusan datang dari kendaraan. "Tapi ketika keluar rumah melihat dari jauh, Gunung Marapi mengeluarkan asap hitam," katanya.

Dia menambahkan, aktivitas gunung Marapi yang mengeluarkan debu vulkanik sudah sering dilihat oleh masyarakat sekitar Bukittinggi dari jauh. "Debu yang dikeluarkan tersebut belum membahayakan bagi masyarakat sekitar Bukittinggi," katanya.

Hal senada juga diungkapkan Arif warga Agam. "Bagi masyarakat debu vulkanik merupakan hal yang biasa yang sering dilihat, belum berdampak bagi kehidupan masyarakat sekitar Kabupaten Agam," katanya.

Dia menambahkan, debu vulkanik yang dimuntahkan oleh Gunung Marapi tersebut sangat bermanfaat bagi pertanian. "Debu vulkanik bercampur belerang yang dimuntahkan dari Gunung Marapi dapat menyuburkan persawahan milik masyarakat," katanya.

Petugas pengamatan Gunung Marapi Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BGPVMB) , Ujang mengakui, sekarang ini Gunung Marapi kembali mengeluarkan debu vulkanik yang bercampur belerang dari puncaknya. "Ketinggian debu vulkanik bercampur dengan belerang yang dikeluarkan Gunung Marapi tersebut ada sekitar 150 hingga 200 meter," katanya.

Menurutnya, sebarannya abu vulkanik waktu itu menjangkau beberapa kabupaten/kota di Sumatera Barat, seperti Agam, Tanahdatar, Padangpanjang. "Gunung Marapi mengeluarkan debu vulkanik sejak bulan Agustus hingga sekarang ini sudah lebih dari 15 kali terjadi," katanya.

Dia menambahkan, masyarakat di berada di sekitar kawasan Gunung Marapi agar selalu meningkatkan kewaspadaan, mengingat adanya pergerakan Gunung Merapi melalui semburan debu vulkanik. Sekarang ini masih pada status Gunung Marapi waspada level II.

"BGPVMB masih menetapkan status gunung waspada level II. Masyarakat dan pendaki masih dilarang melakukan pendakian sampai tiga kilometer dari puncak," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.