Gunung Lokon Meletus, Warga Dievakuasi

Kompas.com - 15/07/2011, 00:12 WIB
EditorBenny N Joewono

MANADO, KOMPAS.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan, Gunung Lokon di Sulawesi Utara meletus pada Kamis pukul 22.45 WIB dengan lontaran material pijar, pasir, dan hujan abu sekitar 1.500 meter.

"Telah terjadi letusan besar di Gunung Lokon," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, Kamis (14/7/2011) malam.

Sutopo menjelaskan, letusan besar tersebut mengakibatkan kebakaran hutan yang berlokasi di sekeliling Gunung Lokon.

Pada saat ini BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan instansi terkait dari pemerintah daerah setempat sedang melakukan evakuasi di lokasi rawan bencana.

Dia menambahkan, sejak pukul 06.00 hingga 12.00 Wita tadi telah tampak asap putih tebal dengan ketinggian 100 hingga 150 meter.

Dia juga menambahkan, dalam beberapa jam terakhir telah terjadi sekitar 25 kali gempa vulkanik dalam dan 30 kali gempa vulkanik dangkal di Gunung Lokon. Selain itu, terjadi getaran tremor vulkanik dengan amplitudo 0,5 hingga 4 milimeter.

Sementara itu, Gunung Lokon telah ditetapkan menjadi status "Awas" sejak Minggu (10/7/2011). BNPB dan pemerintah setempat telah melakukan evakuasi warga secara bertahap.

BNPB juga meminta masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Lokon untuk mewaspadai peningkatan aktivitas di Gunung Lokon.

Baca tentang


    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Terungkap, Ini Motif Mbak Ida Pamer Celana Dalam Saat Naik Motor

    Terungkap, Ini Motif Mbak Ida Pamer Celana Dalam Saat Naik Motor

    Regional
    Positif Covid-19, Ketua KPU Muratara Sempat Hadiri Rakor Pilkada di Palembang

    Positif Covid-19, Ketua KPU Muratara Sempat Hadiri Rakor Pilkada di Palembang

    Regional
    Diduga Terlibat Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar, 7 Orang Ditangkap, Satu di Antaranya Perempuan

    Diduga Terlibat Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar, 7 Orang Ditangkap, Satu di Antaranya Perempuan

    Regional
    Viral Video Sopir Ambulans Pengantar Jenazah Covid-19 di Minahasa Utara Dipukul

    Viral Video Sopir Ambulans Pengantar Jenazah Covid-19 di Minahasa Utara Dipukul

    Regional
    'Nasinya Lembek dan Lengket Seperti Lem, Kami Tak Berani Makan'

    "Nasinya Lembek dan Lengket Seperti Lem, Kami Tak Berani Makan"

    Regional
    RS Lapangan di Malang Bisa Ditempati Pasien Covid-19 dari Luar Daerah

    RS Lapangan di Malang Bisa Ditempati Pasien Covid-19 dari Luar Daerah

    Regional
    Detik-detik Evakuasi Pesut Berusia 30 Tahun di Riau, Sempat Lolos dari Jaring

    Detik-detik Evakuasi Pesut Berusia 30 Tahun di Riau, Sempat Lolos dari Jaring

    Regional
    4 Penyelanggara Pemilu Positif Covid-19, Tahapan Pilkada Sumbar Tetap Lanjut

    4 Penyelanggara Pemilu Positif Covid-19, Tahapan Pilkada Sumbar Tetap Lanjut

    Regional
    Seorang Komisioner KPU Bangli Positif Covid-19, Pernah ke Surabaya

    Seorang Komisioner KPU Bangli Positif Covid-19, Pernah ke Surabaya

    Regional
    10 Anggota Keluarga dari Mahasiswa Positif Covid Tolak Jalani Swab karena Alasan Ini

    10 Anggota Keluarga dari Mahasiswa Positif Covid Tolak Jalani Swab karena Alasan Ini

    Regional
    Jenazah Korban Mutilasi Kalibata City Dimakamkan, Adik: Saya Masih Berusaha Mengikhlaskan

    Jenazah Korban Mutilasi Kalibata City Dimakamkan, Adik: Saya Masih Berusaha Mengikhlaskan

    Regional
    Kronologi Keluarga Buka Peti Jenazah Pasien Covid-19 di Cilacap, Hasil Swab Belum Keluar

    Kronologi Keluarga Buka Peti Jenazah Pasien Covid-19 di Cilacap, Hasil Swab Belum Keluar

    Regional
    Sempat Kabur Dua Jam, Pemerkosa Wanita Penjual Gorengan Ditangkap, Mengaku Khilaf

    Sempat Kabur Dua Jam, Pemerkosa Wanita Penjual Gorengan Ditangkap, Mengaku Khilaf

    Regional
    Pengakuan Ibu yang Aniaya Anaknya dengan Balok Kayu: Saya Memukulnya karena Kesal

    Pengakuan Ibu yang Aniaya Anaknya dengan Balok Kayu: Saya Memukulnya karena Kesal

    Regional
    Istri Wali Kota Pontianak Positif Corona

    Istri Wali Kota Pontianak Positif Corona

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X