Warga Kaki Gunung Lokon Dievakuasi

Kompas.com - 13/07/2011, 04:29 WIB
Editor

Manado, Kompas - Sebanyak 400 warga lereng Gunung Lokon dievakuasi menyusul aktivitas vulkanik Gunung Lokon yang terus meningkat melalui kawah Tompaluan di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Selasa (12/7). Pada Selasa dini hari hingga pukul 16.00 Wita terjadi enam kali letusan.

Para warga tersebut berasal dari Kelurahan Kinilow I, Kinilow II, dan Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara, 3-4 kilometer dari kawah letusan Tompaluan. Mereka diangkut dengan bus milik pemerintah kota setempat ke lokasi pengungsian di Gedung SMA Kristen Tomohon di Kota Tomohon.

”Sebagian besar pengungsi terdiri dari anak-anak, perempuan, dan orang lanjut usia. Pengungsian ini untuk mengantisipasi jika kondisi Gunung Lokon sewaktu-waktu memburuk,” kata petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tomohon Royke Ambrosius.

Pemantauan Kompas, Selasa pukul 11.00 Wita, ratusan warga Patar telah meninggalkan rumah mereka. Rombongan pengungsi bertambah banyak setelah kawah Tompaluan di punggung Gunung Lokon kembali mengeluarkan asap kelabu tebal setinggi 500 meter pada pukul 13.18 Wita. Sejumlah warga tampak panik dan terus berlari menjauhi tempat tinggal mereka dengan membawa sejumlah barang.

Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara Brigadir Jenderal (Pol) Carlo Tewu bersama Sekretaris Daerah Kota Tomohon Arnold Poli memimpin langsung proses evakuasi warga. Polda Sulawesi Utara mengerahkan 100 anggotanya membantu pengungsi sekaligus mengamankan rumah yang ditinggalkan warga mengungsi.

Di Jakarta, Senin lalu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menetapkan radius 3,5 kilometer dari puncak Gunung Lokon sebagai kawasan bencana II. Dengan status tersebut, sebanyak 28.057 warga yang tinggal di zona itu harus siap untuk dievakuasi.

Hendra Gunawan, Ketua Tim Tanggap Darurat dari Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, mengatakan, ancaman bahaya untuk saat ini adalah terjadinya letusan magmatik yang disertai dengan lontaran material pijar, pasir, dan hujan abu tebal secara tiba-tiba dari kawah Tompaluan.

Pada Selasa kemarin, kawah Tompaluan mengeluarkan asap kelabu dan abu vulkanik rata-rata setinggi 200 meter. Kawah yang berjarak sekitar 3,5 kilometer dari puncak Gunung Lokon ini cukup aktif mengeluarkan ”isi perut” sejak tahun 1952.

Hingga Selasa sore, kondisi Kota Tomohon masih normal seperti biasanya. Tidak tampak kepanikan warga di kota tersebut. Kota Tomohon juga masih bebas dari hujan debu vulkanik.

Menurut Kepala Pos Pengamatan Gunung Berapi Sulawesi Utara Farid Ruskanda Bina, gempa tremor masih terjadi sejak Senin malam dengan amplitudo 0,5-20 milimeter. ”Kami tak bisa memprediksi apakah aktivitas Gunung Lokon sudah mereda atau belum. Gunung ini bersifat dinamis atau fluktuatif, yaitu kadang meninggi dan kadang menurun aktivitasnya,” ujarnya.

(ZAL/APO/ELD/AIK)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X