Tiga Pelajar Curi Motor buat Beli Kopi

Kompas.com - 28/04/2011, 07:41 WIB
Editoryuli

GRESIK, KOMPAS.com — Polisi Gresik, Jawa Timur, membongkar dua sindikat pencurian sepeda motor jaringan Surabaya dan jaringan pantura sisi Gresik. Ada 11 tersangka, termasuk dua pelajar SMK dan satu pelajar SMP, yang sedang menjalani ujian nasional.

Dua di antara 11 tersangka itu ditembak kakinya. Pretelan onderdil sepeda motor dan satu sepeda motor Yamaha Vixion dijadikan barang bukti. Saat gelar perkara, Rabu (27/4/2011), Kepala Polres Gresik Ajun Komisaris Besar Jakub Prajogo menjelaskan, jaringan pantura Gresik menjual barang curian dalam bentuk pretelan atau potongan-potongan suku cadang dengan harga Rp 3.700 hingga Rp 4.200 per kilogram.

"Sementara jaringan Surabaya menjual hasil curian dalam bentuk utuh. Adanya pelajar yang terlibat ini karena diajak oleh preman atau pelaku yang sudah sering beroperasi," kata Jakub.

Tersangka jaringan pantura Gresik yang ditangkap adalah Fatah Miftathul Abdan (26), warga Cangaan, Ujungpangkah; Suhril Khamim (26), warga Ngembo, Ujungpangkah; dan Dedik Khoirul Amin (21), warga Panceng, Kecamatan Panceng.

Adapun dua pelajar SMK dalam sindikat ini adalah KI (18) dari Cangaan, Ujungpangkah, dan FI (19) dari Delegan, Kecamatan Panceng. Seorang lagi masih duduk di bangku SMP, yakni RO (15). Saat ini RO masih diberi kesempatan menuntaskan ujian nasional dulu.

Polisi juga menangkap Latif (37), warga Melirang, Kecamatan Bungah, dan Wahyudi Hartono (33) asal Masangan Timur Bungah yang jadi penadah. Salah seorang tersangka yang berstatus pelajar SMK, KI, mengaku baru pertama kali ini mencuri karena diajak tersangka lain. Uang hasil penjualan potongan-potongan onderdil sepeda motor itu digunakan untuk membeli kopi.

Adapun jaringan Surabaya yang ditangkap adalah Achmad Sugiyanto (48), warga Mulyosari, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, dan Herry Efendi (34), warga Dupak Krembangan, Kota Surabaya.

Dua pelaku itu ditangkap saat mengunakan sepeda motor Yahama Vixion melintas di Jalan Jawa, Gresik, Kota Baru, dan berhenti di depan Rumah Sakit Bersalin Rachmi Dewi. Salah seorang pelaku turun saat mendapatkan sasaran, satunya lagi mengawasi dari atas motor.

Polisi yang mengintainya sempat memberikan tembakan peringatan dan mengejar pelaku. Seorang pelaku yang residivis ditembak kakinya. Menurut tersangka, hasil curian untuk senang-senang dan membeli jaket.

Achmad Sugiyanto mengaku pernah mengambil Honda Megapro L 3479 PD di depan Bank Mitra Syariah Gresik bersama Juki yang masih buron. Heri Efendi pernah mencuri sepeda motor di Surabaya.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.