Ulat Bulu Merebak karena Ekosistem Rusak

Kompas.com - 13/04/2011, 14:54 WIB
EditorA. Wisnubrata

DENPASAR, KOMPAS.com — Merebaknya hama ulat bulu yang menyerang tanaman di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Pulau Bali, dalam beberapa minggu terakhir, salah satunya disebabkan terganggunya ekosistem. Berkurangnya predator pemakan ulat dari alam mengakibatkan ulat bulu semakin leluasa berkembang biak dan menyerang tanaman.

Analisis ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali Putu Suryawan yang turun langsung ke lapangan untuk mengamati penyebaran hama ulat bulu di enam kabupaten dan kota di Bali. "Sampai saat ini yang saya amati, predator tidak ada di lapangan. Semut-semut pemakan ulat ini jarang terlihat, pemakan paling keras ulat bulu kan semut rangrang (api)," ujarnya saat ditemui di Denpasar, Rabu (13/4/2011).

"Sekarang semut rangrang banyak yang diambil telurnya untuk makanan burung, sementara burung-burung pemakan ulat juga banyak yang ditangkap. Burung pemakan ulat populasinya semakin kecil berarti ekosistem yang ada di alam ini sudah mulai terganggu," kata Suryawan.

Selain faktor ekosistem yang tidak seimbang, pertumbuhan ulat bulu ini juga dipengaruhi oleh cuaca. "Hujan berkepanjangan membantu mereka untuk membiak lebih kondusif. Kemudian tersedia bahan makanan bagi ulat semakin lengkap dan banyak sehingga membantu perkembangan mereka," kata Suryawan.

Hama ulat bulu di Bali yang merebak sejak seminggu terakhir sejauh ini masih dalam status ancaman dan belum kejadian luar biasa karena tidak mengganggu produksi pertanian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.