Krisis Libya Bikin Bursa AS Terpuruk

Kompas.com - 23/02/2011, 08:14 WIB
EditorErlangga Djumena

NEW YORK, KOMPAS.com — Mayoritas saham di bursa AS anjlok. Bahkan indeks S&P mengalami penurunan terbesar sejak Agustus 2010.

Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks S&P 500 turun 2,1 persen menjadi 1.315,44. Sementara, indeks Dow Jones melorot 1,4 persen menjadi 12.212,79.

Saham-saham yang mencatatkan penurunan di antaranya: Wal Mart turun 3,1 persen, United Continental Holdings Inc turun 4,8 persen, dan AMR Corp turun 4,8 persen. Kendati begitu, sejumlah saham juga berhasil mencatatkan kenaikan, seperti Exxon Mobil Corp dan Chevron Corp dengan reli masing-masing sebesar 1,1 persen.

"Pasar secara ekstrem tampak rapuh akibat perekonomian global saat ini," ujar Tom Mangan, money manager James Investment Research Inc di Xenia, Ohio.

Dia menambahkan, jika tingkat kekerasan di Libya memburuk menjadi perang sipil, hal itu akan meningkatkan resiko terganggunya suplai minyak. "Hal ini akan menjadi katalis permulaan koreksi sebesar 5 persen hingga 10 persen. (Barratut Taqiyyah/Kontan)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.