Ritel dan Exxon Merahkan Wall Street

Kompas.com - 16/02/2011, 07:15 WIB
EditorErlangga Djumena

NEW YORK, KOMPAS.com - Bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih rendah pada Selasa  (15/2/2011) waktu setempat, karena investor mempertimbangkan data ekonomi bervariasi dan tanda-tanda tekanan inflasi.

Dow Jones Industrial Average turun 41,55 poin (0,34 persen) menjadi ditutup pada 12.226,64, sementara indeks komposit saham teknologi Nasdaq turun 12,83 poin (0,46 persen) menjadi 2.804,35. Indeks S&P 500 turun 4,31 poin (0,32 persen) pada 1.328,01.

"Laporan kenaikan harga, serta data ekonomi yang relatif membosankan, membuat saham terhuyung-huyung," kata Andrea Kramer dari Schaeffer’s Investment Research.

Sebuah laporan Federal Reserve AS menunjukkan aktivitas manufaktur di wilayah New York mempercepat jalannya pada Februari ke tingkat tertinggi sejak Juni.

Harga impor naik lebih dari yang diperkirakan, dengan 1,5 persen pada Januari, terangkat oleh lonjakan harga minyak, Departemen Tenaga Kerja mengatakan. Harga adalah 5,3 persen lebih tinggi dari pada Januari 2010, kenaikan paling tajam sejak Mei.

Penjualan ritel, indikator utama dari pengeluaran konsumen yang merupakan motor dua-pertiga dari ekonomi, melambat menjadi naik 0,3 persen lebih lemah dari yang diperkirakan pada Januari.

ExxonMobil, komponen Dow terbesar, adalah blue-chip pencatat penurunan paling curam. Saham perusahaan minyak ini merosot 2,28 persen menjadi 82,97 dollar setelah raksasa energi itu menyesuaikan angka cadangannya yang memicu kekhawatiran tentang melemahnya permintaan minyak.

Chevron, perusahaan minyak dan gas terbesar kedua AS, tergelincir 0,63 persen menjadi 96,34 dollar. Perusahaan berencana untuk mengajukan banding atas putusan pengadilan di Ekuador yang memerintahkan untuk membayar sekitar 8 miliar dollar karena menyebabkan kerusakan lingkungan di kawasan Amazon.

Wall Street juga mempertimbangkan diselesaikannya kesepakatan untuk Deutsche Boerse Jerman untuk membeli New York Stock Exchange, menciptakan bursa saham terbesar di dunia.

Saham NYSE jatuh 3,4 persen menjadi 38,12 dollar setelah pengumuman oleh kedua operator pasar saham tersebut sebelum pasar dibuka.

Perusahaan pengiriman paket FedEx menurunkan prospek pendapatannya, mengutip gangguan badai musim dingin di AS dan Eropa dan kenaikan harga BBM. Saham FedEx naik 2,1 persen menjadi 95,98 dollar.

Jaringan hotel Marriott International naik 1,1 persen menjadi 41,46 dollar setelah mengumumkan akan membagi usahanya menjadi dua perusahaan publik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.