Korban Tsunami 502 Masih Hilang - Kompas.com

Korban Tsunami 502 Masih Hilang

Kompas.com - 26/10/2010, 22:44 WIB

JAKARTA , KOMPAS.com — Korban bencana gempa berkekuatan 7,2 skala Richter yang disusul tsunami setinggi 2 meter di Kabupaten Kepulauan Mentawai, sekitar 120 mil laut dari Kota Padang, Sumatera Barat, terus bertambah.

Sampai Selasa (26/10/2010) pukul 22.15 WIB, jumlah korban yang sudah terdata dan ditemukan sebanyak 112 orang. Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno yang dihubungi pada Selasa malam menyebutkan, korban yang dinyatakan hilang sebanyak 502 orang dan yang mengungsi lebih dari 2.000 orang.

"Korban meninggal sudah mencapai 112 orang, dan evakuasi korban dilanjutkan esok pagi. Sebanyak 502 warga dinyatakan hilang dan 2.000 lebih warga mengungsi," katanya. Irwan mengatakan, kendala transportasi penanganan korban dan warga yang kini mengungsi belum tertangani optimal.

"Moda angkutan laut antarpulau terkendala gelombang laut, yang memaksa kapal terpaksa berbalik arah, tak berani meneruskan perjalanan," ungkapnya. Menurut pengalaman Kompas, perjalanan dengan kapal motor dari Padang ke Muara Siberut atau ke ibu kota Kabupaten Tua Peijat selama 6-8 jam, tergantung gelombang laut.

Untuk pelayaran antarpulau di Kepulauan Mentawai, hanya bisa dengan menyewa motor boat dengan biaya yang relatif mahal. Kalau naik kapal, harus ke Padang dulu, baru kemudian dari Padang ke pulau yang dituju.

Adanya korban warga asing karena Kepulauan Mentawai merupakan tujuan wisata wisatawan mancanegara yang suka berselancar. Puluhan kapal pesiar bertahan beberapa hari untuk menikmati ombak yang sudah diakui terbaik di dunia untuk berselancar. Sedikitnya 5.000 wisatawan mancanegara menikmati ombak Mentawai setiap tahunnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorR Adhi KSP

    Terkini Lainnya

    Kerugian Negara Dikembalikan, Pejabat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Sampah Tidak Ditahan

    Kerugian Negara Dikembalikan, Pejabat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Sampah Tidak Ditahan

    Regional
    Alasan 6 KPU Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih

    Alasan 6 KPU Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih

    Nasional
    Universitas Brawijaya Raih Juara Umum UTU Award 2018

    Universitas Brawijaya Raih Juara Umum UTU Award 2018

    Edukasi
    Sebuah Gudang Bank BNI di Kota Palopo Terbakar

    Sebuah Gudang Bank BNI di Kota Palopo Terbakar

    Regional
    KPK Telusuri Pembahasan Rencana Tata Ruang Terkait Proyek Meikarta

    KPK Telusuri Pembahasan Rencana Tata Ruang Terkait Proyek Meikarta

    Nasional
    Pekerja Proyek Pembangunan Bandara NYIA Tewas Setelah Terjatuh ke Saluran Air

    Pekerja Proyek Pembangunan Bandara NYIA Tewas Setelah Terjatuh ke Saluran Air

    Regional
    Saat Ketua KPK Blusukan ke Sungai Mahakam dan Temukan Penumpukan Batubara Ilegal

    Saat Ketua KPK Blusukan ke Sungai Mahakam dan Temukan Penumpukan Batubara Ilegal

    Regional
    Tim Mapagama UGM Siap Arungi Sungai Franklin Australia

    Tim Mapagama UGM Siap Arungi Sungai Franklin Australia

    Edukasi
    Kasus Jamal Khashoggi, Saudi Tak Bakal Turuti Permintaan Turki

    Kasus Jamal Khashoggi, Saudi Tak Bakal Turuti Permintaan Turki

    Internasional
    Poster Jokowi-Ma'ruf Dipasang di Tempat Ibadah di Garut, Tim Lakukan Investigasi

    Poster Jokowi-Ma'ruf Dipasang di Tempat Ibadah di Garut, Tim Lakukan Investigasi

    Nasional
    6 Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu

    6 Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu

    Nasional
    Kronologi Pelaku Perampokan Sopir Taksi 'Online' Serahkan Diri karena Takut Ditembak Polisi

    Kronologi Pelaku Perampokan Sopir Taksi "Online" Serahkan Diri karena Takut Ditembak Polisi

    Regional
    Kelompok Kerja Guru Mandiri Melawan 'Efek Mattew' di Kaltara

    Kelompok Kerja Guru Mandiri Melawan 'Efek Mattew' di Kaltara

    Edukasi
    Jika Perang Lawan Rusia dan China, AS Terancam Kalah

    Jika Perang Lawan Rusia dan China, AS Terancam Kalah

    Internasional
    Kisah Henita Cari Anak Pasca-gempa di Petobo, Melacak dengan Cinta hingga Ucapan Ulang Tahun

    Kisah Henita Cari Anak Pasca-gempa di Petobo, Melacak dengan Cinta hingga Ucapan Ulang Tahun

    Regional

    Close Ads X