Sekolah Bubar karena Lumpur Lapindo

Kompas.com - 29/09/2010, 16:34 WIB
EditorBenny N Joewono

SIDOARJO, KOMPAS.com - Aktivitas kegiatan belajar-mengajar siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pejarakan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Jatim, terpaksa dipindahkan ke mushala setempat, menyusul terjadinya luapan Lumpur Lapindo.

Guru SDN Pejarakan Misbaqus Sobir mengatakan para siswa terpaksa belajar di ruang mushala karena ruang kelas mereka sudah tidak layak pakai.

"Selain itu, bau gas metan yang menyengat yang muncul di sela-sela lantai ruang kelas dan ruang kamar mandi siswa juga turut mengganggu proses aktivitas belajar mengajar siswa," katanya, Rabu (29/9/2010).

Ia mengemukakan semburan gas metan dari bawah permukaan tanah ini muncul menyebar di area sekolah yang ditandai dengan gelembung air dan gas di atas permukaan tanah dan lantai bangunan.

"Meski demikian, pihak sekolah hingga saat ini belum berupaya melakukan evakuasi sekolah ke tempat yang lebih aman, mengingat belum ada lokasi lain untuk pindah," ucapnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) sendiri hingga kini belum mengambil tindakan apapun terkait semburan gas metan yang mengganggu dan mengancam siswa dan guru.

Wakil Kepala Humas BPLS Akhmad Kusairi, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyalakan api di lokasi tersebut, mengingat kandungan gas yang keluar mudah sekali terbakar jika disulut api.

Oleh karena itu, Akhmad mengaku telah menginstruksikan kepada petugas keamanan BPLS untuk terus melakukan pemantauan di lokasi tempat munculnya semburan lumpur tersebut.

Ia mengatakan, BPLS sendiri juga tidak melakukan pemasangan sparator di lokasi semburan karena lokasinya yang menyebar di beberapa titik.

"Namun demikian, kami memprediksi jika sifat semburan lumpur yang keluar dari halaman belakang sekolah ini sama dengan semburan lumpur lainnya, yakni tidak bersifat lama serta cepat berhenti," paparnya.

Kemarin, kegiatan belajar mengajar siswa SDN Pejarakan terpaksa terhenti, akibat adanya semburan lumpur yang muncul di halaman sekolah.

Belasan semburan yang muncul tersebut mengakibatkan proses belajar mengajar siswa dihentikan, menyusul bau gas yang keluar cukup menyengat hidung dan mengganggu konsentrasi belajar siswa.

Sedikitnya ada 14 titik semburan yang muncul akibat luapan Lumpur Lapindo di kawasan tersebut. Semburan terbesar di sekitar SDN Pajarakan, Kecamatan Jabon terutama yang  muncul di bekas sawah belakang gedung sekolah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X