Dua Pesawat Sukhoi Tiba di Makassar - Kompas.com

Dua Pesawat Sukhoi Tiba di Makassar

Kompas.com - 10/09/2010, 12:27 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com — Dua pesawat tempur Sukhoi SU-27 SKM dari Rusia tiba di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin Makassar. Satu pesawat sejenis  akan menyusul tiba pada bulan ini untuk memperkuat TNI AU.

Kepala Penerangan Lanud TNI AU Sultan Hasanuddin Makassar, Mayor Mulyadi, di Makassar, Jumat, mengatakan, pesawat tempur Sukhoi tersebut melengkapi alat utama sistem persenjataan (alutsista) Lanud Sultan Hasanuddin Makassar.

"Pada tahun ini, sebanyak tiga unit pesawat Sukhoi yang dipesan dari Rusia. Satu unit lagi akan menyusul pada bulan ini," tuturnya.

Ia menambahkan, ketiga pesawat canggih tersebut akan memperkuat Skuadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin.

Lanud Sultan Hasanuddin sendiri merupakan home base pesawat tempur SU-27 SKM dan SU-30 MK2 buatan Komsomolsk Amure Arcraft Production Association (KNAPO).

Menurutnya, dengan tambahan pesawat tersebut, enam pesawat Sukhoi pesanan TNI AU sudah lengkap. Sebelumnya Sukhoi jenis SU-30 MK2 tiba secara bertahap pada Desember 2008 dan Januari 2009.

Tiga tambahan pesawat tersebut belum dilengkapi dengan persenjataan karena paket pembelian pesawat berbeda dengan pembelian senjata.

"Dengan tambahan tiga unit pesawat tersebut, TNI AU memiliki sebanyak 10 unit pesawat tempur Sukhoi," ungkapnya.

Pesawat Sukhoi tersebut akan menggantikan peran pesawat A-4 Sky yang berada di Skuadron Udara 11 Lanud Hasanuddin.

Pesawat Antonov AN-124-100 yang mengangkut pesawat tempur Sukhoi tiba di Lanud Sultan Hasanuddin Makassar pada pukul 10.00 Wita dengan didampingi oleh tim personel dari Rusia sebanyak 40 orang.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorIgnatius Sawabi

    Terkini Lainnya

    KPK Imbau Satu Tersangka Kasus Gratifikasi Dermaga Sabang Menyerahkan Diri

    KPK Imbau Satu Tersangka Kasus Gratifikasi Dermaga Sabang Menyerahkan Diri

    Nasional
    Berita Populer: Jika AS Perang Lawan Rusia dan China, Saudi Akui Khashoggi Dimutilasi

    Berita Populer: Jika AS Perang Lawan Rusia dan China, Saudi Akui Khashoggi Dimutilasi

    Internasional
    KPK Cari Pihak Lain yang Bertanggung Jawab terkait Kasus Bank Century

    KPK Cari Pihak Lain yang Bertanggung Jawab terkait Kasus Bank Century

    Nasional
    Hujan Disertai Angin Kencang Akan Landa Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    Hujan Disertai Angin Kencang Akan Landa Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    Megapolitan
    Opsi KPU untuk Jalan Tengah Polemik Pencalonan OSO sebagai Anggota DPD

    Opsi KPU untuk Jalan Tengah Polemik Pencalonan OSO sebagai Anggota DPD

    Nasional
    Menilik Gaya Komunikasi Politik 'Sontoloyo' ala Jokowi dan 'Tampang Boyolali' ala Prabowo

    Menilik Gaya Komunikasi Politik "Sontoloyo" ala Jokowi dan "Tampang Boyolali" ala Prabowo

    Nasional
    Kerugian Negara Dikembalikan, Pejabat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Sampah Tidak Ditahan

    Kerugian Negara Dikembalikan, Pejabat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Sampah Tidak Ditahan

    Regional
    Alasan 6 KPU Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih

    Alasan 6 KPU Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih

    Nasional
    Universitas Brawijaya Raih Juara Umum UTU Award 2018

    Universitas Brawijaya Raih Juara Umum UTU Award 2018

    Edukasi
    Sebuah Gudang Bank BNI di Kota Palopo Terbakar

    Sebuah Gudang Bank BNI di Kota Palopo Terbakar

    Regional
    KPK Telusuri Pembahasan Rencana Tata Ruang Terkait Proyek Meikarta

    KPK Telusuri Pembahasan Rencana Tata Ruang Terkait Proyek Meikarta

    Nasional
    Pekerja Proyek Pembangunan Bandara NYIA Tewas Setelah Terjatuh ke Saluran Air

    Pekerja Proyek Pembangunan Bandara NYIA Tewas Setelah Terjatuh ke Saluran Air

    Regional
    Saat Ketua KPK Blusukan ke Sungai Mahakam dan Temukan Penumpukan Batubara Ilegal

    Saat Ketua KPK Blusukan ke Sungai Mahakam dan Temukan Penumpukan Batubara Ilegal

    Regional
    Tim Mapagama UGM Siap Arungi Sungai Franklin Australia

    Tim Mapagama UGM Siap Arungi Sungai Franklin Australia

    Edukasi
    Kasus Jamal Khashoggi, Saudi Tak Bakal Turuti Permintaan Turki

    Kasus Jamal Khashoggi, Saudi Tak Bakal Turuti Permintaan Turki

    Internasional

    Close Ads X