Buah Srikaya Berlafaz Allah

Kompas.com - 29/06/2010, 10:12 WIB
EditorA. Wisnubrata

DEPOK, KOMPAS.com — Sebagian warga kompleks perumahan Pondok Sukatani Permai, Sukatani, Kecamatan Tapos, Depok, mendadak geger. Pasalnya, buah srikaya milik Ramadhani Aksyah (48), warga Jalan Bisbol 1 No 23, ditemukan bertuliskan lafaz Allah. Lafaz Allah tersebut berjumlah empat buah.

Namun, untuk sementara warga tidak dapat melihat buah srikaya tersebut karena sedang dibawa ke Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk diteliti dan diawetkan.

Orangtua Ramadhani, GM Salmiarsih (65), Senin (28/6/2010), menjelaskan, Natalia Pujiastuti, adik Ramadhani, hari Minggu (27/6/2010) pukul 17.05 memetik beberapa buah srikaya. Sebagian dimakan dan dua buah yang masih agak mentah diletakkan di meja ruang tamu.

Salmiarsih mengambilnya dan memasukkannya ke tempat beras agar cepat matang. Saat akan memasukkan salah satu dari buah tersebut, dia melihat di kulit buah seperti ada kotoran berwarna hitam. Namun, setelah dipertegas, ternyata seperti lafaz Allah.

"Di bagian lain kulit buah itu ada bintik-bintik bersambung berjumlah tiga buah. Saat saya perhatikan terlihat seperti tulisan Eni atau Ani. Lalu saya panggil anak saya itu. Pas dia lihat, dia teriak, 'Masya Allah... Bu, ini lafaz Allah'," tutur Salmiarsih.

Dia mengatakan, untuk memastikan bahwa itu lafaz Allah, maka Ramadhani memanggil Ustaz Mulyadi yang juga tetangganya.

Mulyadi pun kemudian menggosok lafaz Allah tersebut untuk memastikan bahwa lafaz itu bukanlah tinta atau spidol. Ternyata semakin digosok, lafaz Allah itu semakin terlihat jelas. Bintik-bintik bersambung kemudian juga digosok. Ternyata bintik-bintik bersambung itu pun semakin jelas membentuk lafaz Allah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pak Ustaz percaya kalau lafaz Allah itu bukan bikinan. Lalu Pak Ustaz memfotonya," kata Salmiarsih.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok KH Dimyati BZ menjelaskan, adanya buah srikaya berlafaz Allah itu bisa jadi merupakan peringatan bagi umat manusia. "Ini merupakan tanda agar manusia segera sadar atau insaf dan harus menjauhi kebatilan," katanya. (Warkot/dod)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.