Dana Kurang Rp 23 Miliar, Pilkada Distop

Kompas.com - 16/06/2010, 18:18 WIB
Editoryuli

SAMARINDA, KOMPAS.com — Pemilihan Umum Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda, Kalimantan Timur, distop sementara. Komisi Pemilihan Umum Kota Samarinda memutuskan hal itu dalam rapat pleno, Rabu (16/6/2010).

Alasannya, Pemerintah Kota Samarinda belum mencairkan dana Rp 23 miliar. "KPU akan menjadwal ulang tahapan pilkada setelah ada kepastian administrasi dan pencairan dana," kata Ketua KPU Samarinda Syarifuddin Tangalindo dalam keterangan pers seusai rapat pleno di kantornya.

Syarifuddin mengatakan, dana yang sudah diberikan cuma Rp 6 miliar dan sudah habis untuk membiayai tahapan pilkada selama ini. Karena dana sisa belum diberikan, KPU tidak bisa bekerja untuk tahapan selanjutnya, seperti penetapan daftar pemilih tetap, sosialisasi pemilu, penyelenggaraan bimbingan teknis, dan pembayaran honor panitia pelaksana.

Syarifuddin belum bisa memastikan apakah penghentian sementara berimplikasi pada mundurnya jadwal pemungutan suara pada 2 Agustus nanti. Namun, dia memberi sinyal bahwa penjadwalan ulang pasti berdampak pada pelaksanaan tahapan pemilu yang sudah direncanakan. "Silakan diartikan sendiri," katanya.


Syarifuddin mengatakan, rapat pleno diadakan setelah pertemuan dengan pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Samarinda hari itu juga. Pertemuan tiga pihak itu tidak menghasilkan jaminan yang diharapkan KPU terhadap kepastian pencairan dana.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

TKI di Hong Kong Minta Masker Melalui Medsos, Bupati Magetan Akan Kirim 20.000 Masker

TKI di Hong Kong Minta Masker Melalui Medsos, Bupati Magetan Akan Kirim 20.000 Masker

Regional
Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

Regional
Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

Regional
Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Regional
Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Regional
Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Regional
5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

Regional
Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Regional
Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Regional
Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Regional
Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Regional
Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Regional
Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Regional
Di Balik Penonaktifan Dosen Unnes yang Diduga Hina Jokowi, Status 8 Bulan Lalu hingga Kasus Plagiarisme

Di Balik Penonaktifan Dosen Unnes yang Diduga Hina Jokowi, Status 8 Bulan Lalu hingga Kasus Plagiarisme

Regional
Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Terus Bertambah Jadi 24 Orang

Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Terus Bertambah Jadi 24 Orang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X