Pengelola Kuta Akui Teledor

Kompas.com - 27/04/2010, 16:24 WIB
Editorwah

KUTA, KOMPAS.com — Desa adat Kuta yang juga pengelola kawasan wisata Pantai Kuta mengaku teledor sehingga film dokumenter bertajuk Cowboys in Paradise garapan Amit Virmani yang justru menggambarkan sisi negatif Bali muncul di dunia internasional. Pihak Desa Adat Kuta selama ini dengan mudah memberi izin pembuatan film yang mengambil lokasi di Pantai Kuta.

"Kami tidak boleh berlaku tidak adil. Jika mohon rekomendasi, saya kasih," ujar Bendesa Adat atau Kepala Desa Adat Kuta, Gusti Ketut Sudira, saat memberi keterangan kepada wartawan di kantor Satgas Pantai Kuta. "Saya lupa apakah Amit Virmani (sutradara Cowboys in Paradise) pernah minta izin ke desa karena banyak sekali yang meminta izin buat film di sini," tambah Ketut Sudira.


"Dengan adanya kasus ini, kami akan lebih teliti lagi sebelum memberi izin. Kami akan minta detail film tersebut," kata Sudira. Namun, Sudira mengaku kesulitan jika memang film tersebut dibuat secara candid dan para pemeran atau narasumber di dalamnya tidak tahu isi film tersebut.  

Untuk mengantisipasi kejadian ini terulang kembali, pihak Desa Adat Kuta akan memberi pengarahan kepada semua pedagang dan warga yang sehari-harinya berada di Kuta untuk lebih berhati-hati jika ada orang yang mengaku-aku membuat film dan ingin mengambil gambar mereka.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X